Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Jumat, 21 Maret 2025

Berawal dari Minyak Panas, Warung Tahu Ludes, WARKOP pun Ikut Terbakar!!





Kuningan, 21 Maret 2025 - Kebakaran hebat melanda sebuah warung tahu di Desa Jatimulya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (21/3) sekitar pukul 05:10 WIB. Kebakaran diduga bermula dari minyak panas yang mendadak memicu kobaran api besar.

Salah satu saudara korban (warkop), Cicih (35), menceritakan awal mula terjadinya kebakaran tersebut. “jadikan si tukang tahu tuh masaknya suka sampe pagi ya teh, nah si minyaknya tuh panas, kompor tos dimatikeun, terus aya ti atap teh duka naon netes kana minyak, biasana kalo muncul api sakedik, pake lap baseuh oge langsung pareum si api teh, eh ieu mah langsung membludak, kermah si warung na teh kayu sadaya, jadi mudah wae kabakar” - ujarnya.

Pedagang tahu lamping yang pertama kali melihat kejadian tersebut pun segera meminta pertolongan warga. Api dengan cepat membesar dan melahap habis warung tahu yang seluruhnya terbuat dari kayu. Material kayu yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Tak hanya menghancurkan warung tahu, api juga merembet ke warung kopi (warkop) yang berada di dekatnya. Beruntung, warkop tersebut tidak terbakar sepenuhnya, meski bagian atap dan sebagian isinya terbakar akibat amukan si jago merah.

Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, seperti menyiram air, menggunakan lap basah, serta menaburkan pasir. Tanpa bantuan petugas pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah beberapa waktu, meskipun warung tahu sudah ludes terbakar dan warkop mengalami kerusakan cukup parah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian materi diperkirakan cukup besar.







Kamis, 20 Maret 2025

Pemutihan Pajak Kendaraan di Jawa Barat Disambut Antusias Warga


Kuningan, 20 Maret 2025 — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor sebagai upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mendorong penerimaan daerah. 

Melalui program ini, pemilik kendaraan yang memiliki tunggakan pajak selama beberapa tahun hanya diwajibkan membayar pajak untuk satu tahun terakhir tanpa dikenakan denda atau biaya tambahan. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak diberlakukan, kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) di berbagai wilayah Jawa Barat dipadati oleh warga yang ingin memanfaatkan program pemutihan pajak. Antrean panjang terlihat sejak pagi hari, menunjukkan tingginya animo masyarakat.

“Saya sangat setuju dengan kebijakan ini karena sudah beberapa tahun ke belakang banyak yang menunggak pajak, yang tentu saja menghambat pembangunan. Dengan kebijakan ini, beban masyarakat jadi lebih ringan, jadi wajar jika SAMSAT ramai,” ujar Novi (40), warga Kuningan, saat ditemui pada 21 Maret 2025.

Manfaat untuk Masyarakat dan Pemerintah

Program pemutihan pajak ini dinilai menguntungkan baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Menurut seorang narasumber, kebijakan ini menciptakan keadilan antara warga dan negara.

“Kalau bicara untung atau rugi, ini adil bagi kedua belah pihak. Masyarakat tidak terbebani karena hanya membayar satu tahun, sementara pemerintah tetap mendapatkan pemasukan dibandingkan tidak dibayar sama sekali,” ujarnya.

Selain meningkatkan penerimaan pajak, program ini juga bertujuan memperbarui data kendaraan bermotor di Jawa Barat. Data yang akurat diharapkan dapat mendukung perumusan kebijakan transportasi dan infrastruktur secara lebih tepat sasaran.

Pendekatan Baru yang Lebih Sederhana

Berbeda dengan kebijakan serupa di masa lalu, pendekatan kali ini dinilai lebih fleksibel dan tidak memberatkan masyarakat. Salah seorang warga menuturkan bahwa proses administrasi kini lebih sederhana.

“Dulu prosedurnya rumit. Sekarang saya bisa bayar pajak kendaraan milik orang tua yang sudah meninggal hanya dengan membawa STNK dan BPKB. Tidak perlu surat keterangan tambahan. Ini sangat membantu,” ujarnya.

Pemasukan dan Harapan

Di Kabupaten Kuningan, program pemutihan pajak ini dilaporkan telah menghasilkan pemasukan sebesar Rp3 miliar dalam waktu singkat. Namun demikian, sejumlah warga masih menyoroti rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana pajak.

“Pajak terus naik, tapi jalan-jalan di desa masih banyak yang rusak. Belum lagi berita korupsi. Kami berharap, kalau sudah taat bayar pajak, pemerintah juga serius memperbaiki infrastruktur,” ujar seorang warga.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebelum batas waktu yang ditentukan. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan prosedur program pemutihan dapat diakses melalui situs resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat atau kantor SAMSAT terdekat.


Monopoli Next Level : Pengembangan Media Pembelajaran yang Sukses Mengantarkan Tim UIN Walisongo Semarang Sabet Juara Satu Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

 



Cirebon, 21 Maret 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berhasil mengharumkan nama Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Dengan beranggotakan 3 orang yang terdiri dari Diki Suandi Permana, Ilham Dwi Prasetyo, dan Nuril Akmal Gunadi, mereka berhasil meraih Juara 1 dalam lomba karya tulis ilmiah Tingkat Nasional dalam ajang Gelar Juara (Gejora) 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya. Mereka memenangkan kategori Karya Tulis Ilmiah dengan karya bertema “Generasi Peran Muda dalam Membangun Sosial Budaya dan Sastra di Era Society 5.0.” Kompetisi yang digelar pada 23 November 2024 ini merupakan ajang bergengsi tingkat nasional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Latar Belakang Karya Tulis Perwakilan tim, Nuril, bercerita bahwa pada kompetisi ini timnya mengambil tema Generasi Peran Muda dalam Membangun Sosial Budaya dan Sastra di Era Society 5.0 karena mereka ingin melakukan optimalisasi pembelajaran budaya untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap penurunan kualitas pendidikan di Indonesia akibat pandemi dan stagnasi metode pembelajaran. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, anak-anak sering kehilangan minat terhadap budaya lokal. Menyikapi kondisi ini, mereka mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis permainan monopoli yang dikenal dengan nama “Bhimoly” yang berarti Bhineka Monopoly. Dengan karya tulis yang berjudul Optimalisasi Pembelajaran Budaya Melalui Bhinneka Monopoly (Bhimoly) Pada Siswa Sekolah Dasar (SD) Untuk Mendukung Indonesia Emas 2045, hasil implementasi menunjukkan bahwa Bhimoly berhasil meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap budaya Indonesia. Media ini memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dibandingkan metode konvensional, serta membantu siswa mengenali dan mengapresiasi keberagaman budaya bangsa. Guru dan siswa di SD Nurul Islam memberikan respons positif terhadap media ini, menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis game dan teknologi dapat menjadi solusi efektif dalam pendidikan karakter dan budaya. Namun, keberhasilan program ini membutuhkan kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua, serta pengembangan lebih lanjut agar dapat diterapkan secara luas di berbagai sekolah. Dengan adanya integrasi teknologi dalam pembelajaran budaya, diharapkan generasi muda Indonesia dapat semakin memahami dan melestarikan warisan budaya bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045. Proses Perjalanan Lomba Nuril juga mengungkap bahwa berbagai rintangan yang harus mereka hadapi adalah manajemen waktu, materi, dan energi, baik saat penulisan naskah maupun persiapan intensif setiap hari yang mereka pergunakan untuk berlatih. Masalah anggaran biaya, di mana mereka harus berjuang keras dengan anggaran yang seharusnya difasilitasi oleh pihak kampus. Namun ternyata, dana yang diajukan tidak dapat dicairkan karena kebijakan kampus yang telah ditetapkan menjelang akhir tahun. Dalam situasi tersebut, mereka terpaksa menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan lomba, mulai dari biaya transportasi hingga persiapan materi presentasi. Walaupun terasa berat, namun semangat untuk meraih prestasi membuat mereka tidak menyerah. Karena pihak kampus menjanjikan akan mereimburse uang mereka setelah lomba. Dengan ketekunan dan kerja sama, mereka mengatasi semua rintangan, membuktikan bahwa dedikasi dan kreativitas dapat mengalahkan segala keterbatasan. Selain itu, tantangan yang dihadapi kala persiapan presentasi, mengingat presentasi dilakukan di Malang pada pagi hari sesaat setelah mereka sampai dari Semarang. “Kami berangkat malam hari dari Semarang menuju Malang dengan waktu tempuh sekitar 8 jam menggunakan kereta. Setibanya di Malang, kami langsung beristirahat di masjid yang nggak jauh dari stasiun. Kami nggak menginap di hotel karena waktu yang cukup singkat mengingat jam 08.00, kami harus sudah berada di Universitas Brawijaya untuk melakukan presentasi,” ujar Nuril. Presentasi berjalan lancar meskipun mereka masih merasakan kelelahan akibat perjalanan yang panjang. Setelah menyelesaikan presentasi, tibalah saat pengumuman, nama mereka pun disebut sebagai pemenang juara 1. Mereka diapresiasi dengan piagam dan uang senilai 1 juta rupiah. “Jujur sebenarnya aku nggak berekspektasi lebih karena pas presentasi terjadi sedikit kesalahan yang bikin aku nggak percaya diri,” tambah Nuril. Kemenangan ini menjadi momen yang sangat berarti, mengingat segala usaha dan pengorbanan yang telah mereka lakukan selama proses persiapan. Hal ini juga merupakan bukti nyata bahwa dedikasi, kreativitas, dan semangat juang dapat mengatasi berbagai tantangan, serta menunjukkan bahwa kerja keras dan kolaborasi dapat membuahkan hasil yang membanggakan. Prestasi ini tak hanya mengangkat nama Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Ramadhan: Antara Ibadah dan Rupiah, Pedagang Warung SPBU di Kuningan Pilih Rehat


Jumat, 21 Maret 2025, Cikijing, Jawa Barat – Bulan Ramadan menjadi momen yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, bagi sebagian pedagang, bulan suci ini juga menjadi waktu untuk beristirahat dari aktivitas berdagang guna lebih fokus menjalankan ibadah. Fenomena ini terlihat di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu pedagang yang memilih untuk menutup warungnya selama Ramadan, yaitu Ibu Atik, terungkap berbagai alasan dan dampak dari keputusan tersebut. Ibu Atik adalah seorang pedagang makanan di kantin SPBU Kawahmanuk. Ia menyatakan bahwa alasan utama menutup dagangannya adalah untuk fokus beribadah dan memanfaatkan waktu untuk istirahat. “Karena ingin fokus beribadah dan sekalian istirahat soalnya kalau bulan-bulan biasa warung jarang tutup,” ujar Ibu Atik.

Warung makan miliknya mulai tutup sejak awal puasa dan direncanakan akan kembali buka satu hari setelah Idul Fitri. Lokasi warungnya sangat strategis, yakni di kantin SPBU Kawahmanuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Penutupan ini tentu berdampak pada pelanggan tetapnya, seperti pegawai SPBU, pendatang, serta orang-orang yang sedang dalam perjalanan menuju Kuningan atau Cirebon.

Meskipun tidak berdagang selama Ramadan, Ibu Atik mengaku telah mempersiapkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan puasa. Selain itu, ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani di sawah dan ladang sehingga penghasilannya tetap terjaga meski ada kerugian finansial sekitar Rp3 juta lebih akibat penutupan warungnya. Namun demikian, Ibu Atik tetap ikhlas jika pelanggan setianya berpindah ke warung lain selama ia tidak berjualan. “Menurut saya ikhlas saja, karena rezeki sudah ada yang mengatur dan sudah ada porsinya masing-masing,” tambahnya.

Keputusan Ibu Atik untuk menutup warungnya selama bulan Ramadan adalah contoh bagaimana nilai-nilai spiritual dan kebutuhan istirahat dapat lebih diutamakan daripada keuntungan materi. Meskipun ada dampak finansial yang signifikan, persiapan yang matang  dan keyakinan akan rezeki yang telah diatur memberikan ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa. Kisah ini memberikan inspirasi tentang bagaimana bulan Ramadan dapat menjadi waktu untuk refleksi, ibadah, dan istirahat sejenak dari rutinitas duniawi.

Antusias Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah Masyarakat Desa Kaduagung Kompak Melaksanakan Gerakan Jumat Bersih


Kuningan 21 Maret 2025 – Gerakan masyarakat Desa Kaduagung Kecamatan Karangkancana, warga melaksanakan kegiatan Jumat bersih yang dilaksanakan di Desa Kaduagung dikarenakan warga sangat antusias untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah Masyarakat setempat kompak melakukan kegiatan Jumat bersih yang biasanya sudah dilakukan dalam satu minggu sekali di Desa Kaduagung yang sudah berlangsung dari tahun-tahun yang lalu. Namun Jumat bersih kali ini berbeda karena seluruh umat muslim akan menghadapi hari besar yaitu Hari Raya Idul Fitri. Sehubungan dengan itu salah satu warga mengemukakan pikiran dan pendapatnya terkait gerakan Jumat bersih yang di adakan pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

“Tujuan utama dalam melaksanakan kegiatan Jumat bersih di Desa Kaduagung Kecamatan Karangkancana yaitu untuk menciptakan lingkungan Desa Kaduagung menjadi bersih dan nyaman bagi masyarakat dan orang-orang luar yang akan berkunjung atau pulang kampung ke Desa Kaduagung saat Hari Raya Idul Fitri serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan juga untuk memperererat kekompakan antar warga di Desa Kaduagung” ujar Kiky sebagai warga dan Pokja 4 Desa Kaduagung.

Orang-orang yang melaksanakan dan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Jumat bersih di Desa Kaduagung yaitu dari semua kalangan mulai dari warga Desa Kaduagung seperti orang tua, remaja juga perangkat Desa Kaduagung yang di dalamnya ada Tokoh Masyarakat, Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, dan Badan Permusyawaratan Desa.

“Semua masyarakat Desa Kaduagung hadir dalam kegiatan Jumat bersih, ada orang tua, pemuda pemudi, BPD, Kader PKK, dan Tokoh Masyarakat, pokonya semuanya pada hadir di kegiatan Jumat bersih” ujar Kiky sebagai warga dan Pokja 4 Desa Kaduagung.

Dilaksanakannya Jumat bersih ini dilakukan pada hari Jumat tanggal 21 Maret 2025. Gerakan Jumat bersih ini dilakukan di tempat umum seperti taman, jalan yang kotor dan sering dilewati juga kegiatan ini membersihkan di sekitaran lingkungan Masjid desa serta balai Desa Kaduagung.“Membersihkan kaya di tempat umum seperti taman, jalan yang sering di lewati, jalan yang kotor, sekitar Masjid dan balai desa” ujar Kiky sebagai warga dan pokja 4 Desa Kaduagung.

Kegiatan kebersihan ini dilakukan pada hari Jumat, karena hari yang istimewa dan hari yang baik bagi umat Muslim yang dapat diharapkan menjadi berkah dalam melaksanakan kegiatan kebersihannya kegiatan ini merupakan hal yang positif juga maka dari itu memilih hari Jumat untuk melaksanakan kegiatan kebersihan ini dan mengharapkan adanya keberkahan yang menyertai.

“Memilih hari Jumat karena hari yang istimewa untuk umat muslim dan diharapkan bisa menjadi berkah dan sejahtera untuk masyarakat dengan melaksanakan kegiatan kebersihan ini” ujar Kiky sebagai warga dan Pokja 4 Desa Kaduagung.

“Pendapat saya tentang adanya kegiatan kebersihan ini sangat setuju, karena sangat baik juga, kebersihan itu kan sebagian dari iman dan menurut saya itu yang paling utama, diadakan setiap hari Jumat seminggu dalam sekali agar tercipta suatu kebiasaan untuk masyarakat dalam menjaga kebersihan. Terutama sekarang juga sedang ada di bulan puasa dan akan menyambut Hari Raya Idul Fitri untuk lebih menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama dan juga meraih keberkahan, banyak orang luar (perantau) juga yang akan datang pulang ke kampung halaman pada Hari Raya Idul Fitri. Agar orang-orang melihat lingkungan dan suasana di kampung ini (Desa Kaduagung) terlihat bersih dan membuat nyaman apalagi sekarang akan menyambut Hari Raya Idul Fitri” ujar Kiky sebagai Warga dan Pokja 4 Desa Kaduagung.

Gerakan atau kegiatan kebersihan di Desa Kaduagung yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini atau yang disebut Jumat bersih merupakan kegiatan yang sudah berlangsung dari tahun-tahun yang lalu dan gerakan Jumat bersih ini masih berjalan dengan baik hingga pada tahun sekarang (2025) dan kebetulan juga akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H maka dari itu masyarakat Desa Kaduagung antusias dan kompak untuk melaksanakan kebersihan yang dilakukan di tempat-tempat umum seperti jalan, taman, masjid, dan balai desa agar orang-orang yang akan datang atau mudik lebaran ke Desa Kaduagung pada saat Hari Raya Idul Fitri 1446 H akan melihat kebersihan yang ada di halaman kampungnya dan merasakan kenyamanan.

Sastra Tak Pernah Diam: Menulis Bumi yang Terluka

Kuningan, 23 Maret 2025 – Di antara riuhnya zaman yang bergerak cepat, hutan-hutan Kuningan perlahan kehilangan suara. Daun yang gugur tak lagi menyentuh tanah dengan damai, melainkan jatuh di tengah deru mesin dan debu pembangunan. Deforestasi, alih fungsi lahan, krisis air, dan sampah yang menumpuk bukan lagi isyarat, melainkan jerit yang nyaris tak terdengar.

Namun, di tengah senyap yang mencekam itu, Deni Haryanto mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Kuningan sekaligus penikmat sastra menemukan cahaya kecil dalam bait-bait puisi. Baginya, sastra adalah suara alam yang menggigil, panggilan lembut namun lantang agar manusia tak melupakan rumahnya: bumi.

Deni, yang juga seorang pelaku sastra, menekankan bahwa sastra memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Ia percaya bahwa karya-karya sastra yang lahir dari kedalaman jiwa dapat menjadi pemantik perubahan, menyuarakan apa yang terkadang tak terdengar oleh telinga manusia yang sibuk.

“Ketika terjadi musibah ekologi, tidak perlu saling menyalahkan. Yang terpenting adalah kita harus menyadari kesalahan masing-masing dan berupaya memperbaikinya,” ujar Deni saat ditemui di acara DAPSAS BUBAR yang diselenggarakan oleh UKM Teater Pecut Dapur Sastra di Kuningan pada Kamis (20/3/2025).

Menurut Deni, sastra memiliki kekuatan besar untuk menggugah emosi dan menyentuh kesadaran pembacanya. Ia berpendapat bahwa karya sastra yang lahir dari pengalaman emosional yang mendalam mampu menjadi ujung tombak perubahan “Ketika seorang sastrawan merasakan isu lingkungan dengan begitu dalam, karyanya pasti akan sangat menohok dan menggugah.” Tambahnya.

Salah satu karya sastra bertema lingkungan yang menarik perhatiannya adalah Gergaji, karya Slamet Sukirnanto, Daun, dan Tusuk Gigi karya Soni Farid Maulana. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap puisi Tusuk Gigi, yang menggambarkan perjalanan pohon besar yang ditebang hingga akhirnya menjadi benda kecil yang kita gunakan sehari-hari. Namun, esensi puisinya lebih dari sekadar menggambarkan proses itu, melainkan kritik terhadap deforestasi yang semakin masif.

“Salah satu baris yang membekas bagi saya adalah ketika hewan-hewan itu diibaratkan mengungsi ke dalam buku catatan biologi dan cerita pengantar tidur. Ini menggambarkan betapa mirisnya keadaan kita sekarang—hewan-hewan yang dahulu hidup bebas di alam kini hanya bisa dikenang dalam buku.” Jelasnya.

Dalam upaya menarik minat generasi muda terhadap sastra bertema ekologi, Deni menekankan pentingnya menyesuaikan cara penyampaian dengan perkembangan zaman. Ia mengungkapkan bahwa banyak penulis yang masih menggunakan gaya bahasa dengan metafora dan majas yang tinggi, sehingga sulit dipahami oleh pembaca awam. Padahal, generasi muda cenderung lebih tertarik pada karya yang lugas dan langsung mengena.

“Setiap zaman punya seleranya sendiri. Tantangan bagi sastrawan adalah bagaimana menyesuaikan diri dengan tren sastra yang sedang berkembang tanpa menghilangkan esensi dari isu yang ingin disampaikan.” Tuturnya.

Lebih lanjut, Deni menekankan bahwa sastra bukan sekadar tulisan, tetapi memiliki potensi besar untuk menginspirasi aksi nyata. “Banyak yang menganggap tulisan tidak berdampak. Padahal, satu kata, satu tulisan bisa menjadi pemantik perubahan. Mungkin efeknya tidak langsung terasa, tapi suatu saat akan berpengaruh besar.” Katanya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan kolaborasi dengan komunitas pecinta alam, ia mengungkapkan ketertarikannya untuk mengadakan pertunjukan seni bertema lingkungan. Beberapa konsep yang bisa diterapkan, misalnya, menggunakan tanah atau lumpur sebagai media ekspresi untuk merepresentasikan kondisi lingkungan yang semakin rusak.

Sebagai penutup, Deni berharap agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Ia mengingatkan “Tidak perlu lagi saling menyalahkan. Kita cukup menyadari kesalahan masing-masing dan mulai memperbaikinya. Jika bertemu dengan orang yang belum sadar, cukup dinasihati, bukan dipaksa.” Pungkasnya.


Kuliah Jalan, Bisnis Pelan-Pelan, Untung Jutaan Kini di Tangan!

 

Kuningan, 20 Maret 2025 – Kreativitas dan Kejelian membaca peluang membawa Farhan, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kuningan berhasil meraup penghasilan jutaan rupiah per bulan dari bisnis pulsa dan jasa cetak. Berawal dari jualan pulsa secara online, kini ia membuka konter di rumahnya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Usaha yang ia rintis sejak setahun lalu ini berkembang pesat berkat strategi bisnis yang tepat dan pelayanan yang baik.

Farhan memulai bisnisnya setahun lalu dengan modal kecil. Awalnya, ia hanya menjual pulsa secara online melalui media sosial dan menawarkan jasanya kepada teman-teman. Namun, sedikit demi sedikit, ia melihat peluang yang lebih besar. Dengan keahliannya di bidang desain, ia mulai menerima pesanan cetak dan desain grafis.

Melihat permintaan yang semakin meningkat, ia akhirnya membuka konter di rumahnya untuk melayani lebih banyak pelanggan. Kini, ia tak hanya melayani pembelian pulsa dan paket data, tetapi juga menerima pesanan spanduk, brosur, dan berbagai desain lainnya. Dengan menggabungkan usaha jualan pulsa dan jasa cetak, ia mampu menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan omzetnya.

“Saya melihat banyak orang butuh jasa cetak dan desain, terutama mahasiswa dan pelaku usaha kecil. Dari situ, saya coba kembangkan usaha ini sambil kuliah,” ujar Farhan.

Selain untuk mendapatkan penghasilan, usaha ini juga menjadi cara bagi Farhan untuk mengisi waktu luangnya di sela-sela jadwal kuliah. Dengan membagi waktu secara efektif, ia tetap bisa fokus dalam perkuliahan sekaligus menjalankan bisnisnya dengan baik.

Kesuksesan Farhan tak lepas dari strategi pemasaran yang ia terapkan. Ia aktif mempromosikan usahanya melalui media sosial, menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan pesaing, serta memberikan layanan cepat dan berkualitas. Selain itu, ia selalu bersikap ramah kepada pelanggan agar mereka merasa nyaman dan ingin kembali berbelanja. Demi menjaga loyalitas pelanggan, ia juga memberikan reward kepada pelanggan tetap, seperti diskon atau bonus tertentu.

Dengan strategi ini, omzet bisnisnya terus meningkat hingga mencapai Rp1 juta per hari, dengan keuntungan bersih sekitar Rp100 ribu per hari atau sekitar Rp3 juta per bulan. Farhan berharap usahanya bisa terus berkembang dan menginspirasi mahasiswa lain untuk memanfaatkan peluang usaha sejak dini.

“Yang penting mau belajar dan konsisten. Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit,” tutupnya.

Bakso Urat Simpang Tiga Panawuan Jadi Favorit Buka Puasa, 250 Porsi Ludes Setiap Hari

 

Panawuan 20 Maret 2025– Menjelang waktu berbuka, aroma kaldu yang menggoda tercium kuat dari arah Simpang Tiga Panawuan. Warung Bakso Urat di kawasan tersebut menjadi salah satu primadona kuliner selama bulan suci Ramadhan. Dalam sehari, tak kurang dari 250 porsi bakso dan mie ayam habis diserbu pelanggan yang ingin menikmati sajian hangat dan mengenyangkan untuk berbuka.


Bulan Ramadhan menjadi momen spesial tidak hanya bagi umat Muslim, tetapi juga bagi pelaku usaha kuliner. Salah satunya adalah Bakso Urat Simpang Tiga Panawuan, yang mengalami lonjakan pengunjung sejak awal bulan puasa.


Setiap sore menjelang magrib, antrean pelanggan mulai mengular. Salah satu pegawai (Nana Jumhana) (24) warung bakso tersebut menyebutkan bahwa penjualan meningkat drastis dibanding dengan hari-hari biasa. 


“Hari biasa pun ramai, tapi di bulan puasa ini penghasilannya jauh lebih besar. Menjelang buka, pelanggan langsung memadati warung. Dalam sehari, kami bisa menjual lebih dari 100 porsi mie ayam dan 150 porsi bakso urat,” ujarnya.


Rasa gurih dan kuah kaldu yang hangat membuat bakso menjadi menu favorit saat berbuka puasa. Teksturnya yang kenyal dan empuk, dipadukan dengan sambal pedas dan kecap manis, menghadirkan rasa yang pas untuk mengisi perut setelah seharian berpuasa.


Fathur (20), salah satu pelanggan setia, mengaku sudah beberapa kali datang ke warung ini selama Ramadhan.


“Harganya masih masuk akal, cuma Rp15.000 per porsi. Uratnya empuk, kuahnya mantap, cocok banget buat buka puasa,” katanya.


Tak hanya menyajikan rasa yang memikat, pelayanan ramah dan suasana warung yang bersih juga menjadi alasan pelanggan terus berdatangan. Bahkan, beberapa pengunjung memilih datang lebih awal atau memesan melalui WhatsApp agar tidak kehabisan.


Mengantisipasi tingginya permintaan, pemilik warung telah menyetok bahan baku dalam jumlah besar.


“Kami sudah siapkan hingga 12 kuintal daging sapi untuk kebutuhan selama Ramadhan. Kami ingin semua pelanggan tetap bisa menikmati bakso favorit mereka, apalagi di bulan penuh berkah ini,” ujar sang pemilik.


Tak heran jika Bakso Urat Simpang Tiga Panawuan kini menjadi salah satu destinasi kuliner buka puasa paling ramai di kawasan Panawuan.

Rabu, 19 Maret 2025

Remaja Perempuan dan Kecanduan Belanja Online: Tren atau Masalah Serius?


Kuningan, 20 Maret 2025 - Kecanduan belanja online pada remaja perempuan semakin menjadi perhatian serius. Fenomena ini sering dipicu oleh pengaruh media sosial yang menampilkan tren dan gaya hidup tertentu, serta dorongan untuk memenuhi kebutuhan emosional seperti keinginan untuk merasa dihargai atau diakui. Iklan online yang menawarkan diskon dan promosi menarik juga memperburuk kecenderungan untuk berbelanja.

Hana, seorang remaja perempuan berusia 20 tahun yang tinggal di Kuningan, Jawa Barat, menceritakan pengalamannya mulai kecanduan belanja online. “Awalnya, saya hanya ingin mengikuti tren yang ada di media sosial. Tapi lama-kelamaan, saya merasa tertarik membeli barang-barang karena terlihat lucu dan menggemaskan. Semua tampak sangat menggoda, terutama saat ada diskon besar,” ungkap Hana.

Remaja perempuan memang lebih rentan terhadap kecanduan belanja online karena mereka sering terpengaruh oleh budaya yang menekankan pentingnya penampilan. Banyak dari mereka merasa bahwa memiliki barang-barang tertentu adalah cara untuk diterima oleh teman-teman atau masyarakat sekitar. Hal ini diperburuk oleh iklan-iklan online yang menawarkan promosi atau diskon besar yang sulit dihindari.

Fenomena ini juga semakin berkembang karena banyak remaja yang sedang dalam proses pembentukan identitas diri. Mereka seringkali mencari kesenangan atau hiburan melalui pembelian barang-barang yang mereka anggap menarik. Tak jarang, mereka merasa lebih percaya diri dan senang ketika memiliki barang-barang yang terlihat unik atau menggemaskan di mata mereka dan teman-teman mereka.

Namun, kecanduan belanja online ini tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan, tetapi juga pada kesejahteraan mental remaja. Ketika pembelian barang tidak dapat memberikan kepuasan yang bertahan lama, banyak remaja merasa cemas atau kecewa, bahkan terjebak dalam perasaan tidak puas. Hal ini menciptakan siklus berulang di mana mereka terus berbelanja untuk mencoba mendapatkan kebahagiaan sementara, namun tidak pernah merasa cukup.

Untuk mengatasi kecanduan belanja online ini, para ahli menyarankan agar remaja diberikan edukasi tentang pengelolaan uang yang baik dan pentingnya membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial. Selain itu, melibatkan remaja dalam kegiatan positif seperti olahraga atau seni dapat menjadi cara yang efektif untuk mengalihkan perhatian mereka dari kebiasaan berbelanja yang berlebihan. Peningkatan kesadaran orang tua dan pendidik juga sangat penting untuk mendukung remaja agar dapat mengelola pengaruh dunia maya dengan bijak.


Senin, 17 Maret 2025

Pengaruh Pembangunan Tempat Wisata di Dataran Tinggi yang Berdampak Negatif Bagi Warga Kuningan


Kuningan, 17 Maret 2025 – Ekosistem terganggu akibat pembangunan objek wisata yang meratakan pohon dan tanah sehingga penyerapan air mulai berkurang juga mengakibatkan banjir dibeberapa titik salah satunya di Jl. Siliwangi, Jl. Jendral Sudirman Awirarangan, taman Kota. Sodik Awis salah satu Mahasiswa Universitas Kuningan mengungkapkan pendapat tentang Pembangunan yang perlahan dibangun sebagai objek wisata di dataran tinggi yaitu tepatnya di kaki Gunung Ciremai, Palutungan Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

“Saya sangat geram, karena pembangunan ini mengurangi resapan air, penghijauan, juga secara logika sangat miris karena saya tidak memiliki sawah, dan mereka sebagai petani kehilangan sumber pangannya, mengingat beras banyak yang di impor dari luar negeri karena lahan semakin sempit dan mereka membangun Kost-kostan, Rumah Sakit, dan kenapa memanfaatkan lahan-lahan hijau seperti pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber pangan kita” katanya.

Manusia yang memiliki akal dan pikiran, harus me-reset itu dengan menanam pohon minimal satu orang satu tanaman agar anak, cucu dan generasi berikutnya dapat menikmati oksigen yang banyak dan baik untuk Kesehatan dan tidak menenggelamkan kota sendiri dengan semakin habisnya lahan pertanian, hutan dan sebagainya dengan Pembangunan yang hanya mementingkan ego semata yang mengakibatkan dampak negatif secara perlahan.

"Saya sebagai mahasiswa dalam orde baru ini, kita tidak bisa menentukan kebijakan atau impact secara langsung tapi kita bisa mempengaruhi mereka yang memiliki kuasa dan modal dibidangnya untuk menggerakannya dengan gebrakan demo secara langsung maupun tertulis, bahwa mereka secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan tetapi mereka juga yang menutup lahan pangan dan bencana untuk masa yang akan datang” ucap Awis Sodik salah satu Mahasiswa Universitas Kuningan Senin, (17/03/25).

Menurutnya pemerintah di Orde baru ini harus memperhatikan lingkungan dengan lebih ekstra lagi, meratakan kembali objek wisata yang telah dibangun agar ekosistem tetap terjaga sampai berkelanjutan.

Minggu, 16 Maret 2025

Medsos di Mata Anak SD: Hiburan atau Tantangan?



Majalengka, 17 Maret 2025 – Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak sekolah dasar. Dengan akses yang semakin mudah, anak-anak dapat menikmati berbagai hiburan, berkomunikasi dengan teman, hingga bermain game online. Namun, apakah kehadiran media sosial lebih banyak memberikan manfaat atau justru menjadi tantangan bagi mereka?

Untuk menggali lebih dalam, kami mewawancarai seorang siswi SD bernama Tiara dari SDN Cidulang 2, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Dalam wawancara yang dilakukan pada 17 Maret 2025, Tiara berbagi pengalamannya dalam menggunakan media sosial sehari hari. 

Tiara mengungkapkan bahwa dalam kesehariannya, ia sering menggunakan berbagai platform media sosial seperti TikTok, Roblox, WhatsApp, dan YouTube. Aplikasi-aplikasi ini menjadi bagian dari aktivitasnya di luar sekolah, baik untuk hiburan maupun berkomunikasi dengan teman-temannya.

Saat ditanya aktivitas yang paling sering dilakukan di media sosial, Tiara menjawab bahwa ia lebih banyak menghabiskan waktu di WhatsApp, TikTok, dan Roblox. Melalui WhatsApp, ia bisa berkomunikasi dengan teman dan keluarga, sedangkan TikTok dan Roblox menjadi sumber hiburan utamanya.

Meskipun media sosial memberikan hiburan, Tiara mengakui bahwa penggunaannya bisa berdampak pada kegiatan belajar. “Banyak memberikan hiburan, tetapi dalam pembelajaran sekolah terganggu. Saya jadi tidak terlalu fokus dalam pembelajaran,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengurangi konsentrasi anak di sekolah.

Pengawasan orang tua menjadi faktor penting dalam penggunaan media sosial bagi anak-anak. Tiara mengungkapkan bahwa ia diawasi oleh orang tuanya, terutama agar tidak lupa menjalankan ibadah seperti shalat dan mengaji.

Sang ibu pun memiliki pandangan yang tegas mengenai dampak media sosial bagi anak-anak seusia Tiara. “Menurut saya, media sosial lebih banyak membawa dampak negatif karena anak jadi lupa segalanya, termasuk belajar dan ibadah,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang cara menjaga keseimbangan dalam menggunakan media sosial, Tiara menyarankan agar anak-anak belajar dan sekolah dengan rajin supaya bisa membagi waktu dengan baik.

Sementara itu, sang ibu menyarankan agar orang tua lebih bijak dalam membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial. “Jangan terlalu lama menggunakan HP, takutnya anak malah kecanduan dan jadi malas. Sebaiknya harus dijauhkan atau dibatasi agar mereka lebih giat belajar dan lebih produktif dalam kesehariannya,” pesannya.

Media sosial memang memberikan hiburan bagi anak-anak SD, tetapi juga bisa menjadi tantangan jika tidak diawasi dengan baik. Dengan pengawasan orang tua dan pembatasan waktu yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana yang aman dan menyenangkan tanpa mengganggu perkembangan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi digital agar tetap seimbang antara hiburan dan kewajiban mereka.

Hobi atau Hambatan? Mengungkap Dampak Game pada Anak


Kuningan, 17 Maret 2025 - Game digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Banyak yang menganggapnya sebagai hiburan, tetapi di sisi lain, game juga sering dikaitkan dengan penurunan prestasi akademik. Apakah bermain game benar-benar menjadi hambatan bagi siswa, atau justru bisa memberikan manfaat?

Banyak siswa SD, SMP, SMA, mengaku bermain game sebagai cara untuk melepas stres setelah belajar. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, mayoritas siswa bermain game setiap hari dengan durasi yang bervariasi, mulai dari satu hingga tiga jam.

“Saya biasanya main game setelah sekolah biar nggak bosan. Kalau terlalu capek belajar terus, malah jadi nggak fokus,” kata Linda (14) seorang siswa SMP Kelas 9, Namun, ada juga yang mengakui bahwa mereka sering lupa waktu saat bermain. “Kadang saya cuma niat main sebentar, tapi malah kebablasan sampai malam. Akibatnya, besoknya ngantuk di kelas,” ujar Riki (14), siswa lainnya

Peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka bermain game sangat penting. Beberapa orang tua memberikan kebebasan kepada anak mereka dengan syarat tetap memprioritaskan belajar. “Saya membolehkan anak saya bermain, tapi harus ada batasannya. Kalau sudah waktunya belajar atau tidur, dia harus berhenti,” ujar Ibu iyoh (42), salah satu orang tua siswa. Namun, tidak semua orang tua bisa selalu mengawasi anak mereka. “Saya bekerja, jadi nggak bisa terus-menerus memantau anak. Kadang dia main diam-diam sampai larut malam,” kata Ibu enang (42).

Dampak negatif game mulai terasa ketika siswa kehilangan kendali atas waktu mereka. Beberapa siswa mengaku nilai mereka menurun sejak kebiasaan bermain game meningkat. “Dulu saya termasuk ranking lima besar di kelas, tapi sejak sering main game sampai malam, nilai saya mulai turun,” ujar Linda, seorang siswa SMP kelas 9. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan bermain game tanpa batasan bisa berdampak langsung pada prestasi akademik. Selain itu, kebiasaan tidur larut malam akibat bermain game menyebabkan banyak siswa mengantuk di kelas. “Kalau kurang tidur, pas pelajaran saya jadi nggak bisa fokus,” kata Riki.

Sebagian besar siswa bermain game di rumah, baik di kamar pribadi maupun di ruang keluarga. Namun, beberapa sekolah ada yang memperbolehkan siswa membawa handphone ke sekolah untuk kegiatan pembelajaran, namun ada beberapa siswa yang memanfaatkan itu untuk bermain game di sekolah saat jam istirahat. “Kadang kalau lagi istirahat atau bosan di kelas, saya main game bareng teman-teman,” ujar Riki. Kebiasaan ini tentu menjadi perhatian pihak sekolah, karena bisa mengganggu konsentrasi dan kedisiplinan siswa dalam belajar.

Meskipun banyak siswa yang menyadari bahwa bermain game secara berlebihan bisa berdampak buruk, mereka tetap melakukannya karena berbagai alasan.“Kalau saya nggak main game, saya malah lebih stres dengan tugas-tugas sekolah,” kata Virna (14). Selain itu, banyak siswa yang menikmati tantangan dalam game, terutama game online yang memungkinkan mereka bermain bersama teman-teman.

Para ahli pendidikan menekankan pentingnya pengelolaan waktu yang baik agar game tidak mengganggu prestasi akademik. “Game sebenarnya bisa bermanfaat jika dimainkan dengan batas waktu yang jelas. Namun, jika dimainkan berlebihan, bisa menyebabkan kecanduan dan menurunkan prestasi belajar,” jelas seorang psikolog pendidikan.

Beberapa solusi yang bisa diterapkan antara lain:

  • Menetapkan jadwal bermain game yang tidak mengganggu waktu belajar dan tidur.
  • Mengurangi durasi bermain game, misalnya hanya 1-2 jam per hari.
  • Mengalihkan perhatian ke aktivitas lain yang lebih produktif, seperti olahraga atau membaca.

Bermain game bukanlah aktivitas yang harus dilarang sepenuhnya, karena bisa menjadi sarana hiburan dan bahkan meningkatkan keterampilan berpikir strategis. Namun, jika tidak dikendalikan dengan baik, game dapat menjadi hambatan bagi prestasi akademik siswa.

Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu. Orang tua dan guru juga berperan dalam memberikan bimbingan, agar kebiasaan bermain game tetap seimbang dengan kewajiban belajar. Dengan manajemen waktu yang baik, game bisa tetap menjadi hobi yang menyenangkan tanpa mengorbankan pendidikan.



Sabtu, 15 Maret 2025

Manisnya Ramadhan: BEM FKIP Uniku Memberi Santunan Anak Yatim dan Mempererat Kebersamaan

 

Pada Sabtu (15/3/2025), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Kuningan sukses menggelar acara “Manisnya Ramadhan” di Student Center Iman Hidayat. Acara ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan antarorganisasi mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di FKIP, sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim. Ketua pelaksana, M. Alif Ramadhan, menyebutkan bahwa sebanyak 82 anak yatim yang berdomisili di sekitar kampus Uniku (Cijoho) menghadiri acara ini. Sekitar 86 anggota BEM FKIP dan Ormawa juga turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, perlombaan, siraman rohani, santunan anak yatim, berbagi takjil, dan ditutup dengan berbuka puasa bersama.

Ketua BEM FKIP, Fathan Mahshul Afandi, menjelaskan bahwa alasan utama diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat serta memperkuat kolaborasi antarorganisasi. “Kami ingin bermanfaat bagi masyarakat, menjalin persatuan Ormawa dan UKM FKIP, serta menjadikan acara ini sebagai ladang keberkahan,” ujarnya. Dalam persiapannya, acara ini memakan waktu sekitar dua pekan dengan dukungan dari sivitas akademika FKIP Uniku. Respons mahasiswa pun sangat baik, terlihat dari antusiasme mereka dalam membuka donasi, berbagi takjil, hingga berbuka puasa bersama.

Ia juga berharap acara ini bisa menjadi inspirasi untuk terus menjaga kebersamaan dan memberi kebaikan. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi semua pihak, khususnya anak-anak yatim—agar mereka mendapatkan kebahagiaan dan motivasi untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tulis-Tulis.my.id: Wadah Kreatif Mahasiswa PBSI UNIKU


Di era digital seperti sekarang, menulis bukan hanya sekadar menuangkan ide, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan menginspirasi banyak orang. Tulis-Tulis.my.id hadir sebagai wadah bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Kuningan (UNIKU) untuk mengembangkan bakat menulis mereka dalam berbagai genre.

Apa Saja yang Bisa Ditemukan di Tulis-Tulis.my.id?

Di platform ini, mahasiswa dapat menyalurkan kreativitas dan pemikiran mereka melalui berbagai jenis tulisan, seperti:

📰 Berita – Menyajikan informasi aktual dan faktual mengenai peristiwa terkini, baik di lingkungan kampus maupun di luar.

Esai – Gagasan kritis tentang berbagai isu yang dikemas dalam tulisan reflektif dan argumentatif.

📚 Artikel Populer – Tulisan ringan dan informatif yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

🔍 Feature – Liputan mendalam dengan gaya penulisan yang menarik dan mendetail.

📖 Cerpen – Karya fiksi pendek yang menghadirkan cerita menarik dan menggugah emosi.

📝 Puisi – Ungkapan perasaan dan pemikiran dalam bentuk larik-larik puitis yang indah.

🎭 Drama – Naskah cerita yang dikemas dalam bentuk dialog dan adegan, cocok untuk pementasan atau sekadar dinikmati sebagai karya sastra.

Mengapa Tulis-Tulis.my.id?

Wadah ekspresi – Tempat bagi mahasiswa untuk menampilkan karya terbaik mereka. ✅ Pengembangan keterampilan – Menulis secara rutin membantu mahasiswa meningkatkan kualitas tulisan mereka. ✅ Peluang eksposur – Karya yang dipublikasikan dapat menjangkau lebih banyak pembaca, baik dari kalangan akademik maupun masyarakat umum. ✅ Mendukung literasi digital – Mengasah kemampuan menulis di media online yang kini semakin penting.

Bergabung dan Berkarya!

Melalui Tulis-Tulis.my.id, mahasiswa PBSI UNIKU dapat lebih aktif menulis dan berbagi ide dengan dunia. Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkarya, menginspirasi, dan jadilah bagian dari gerakan literasi digital bersama kami! 🚀✨







Aku Ingin Masyarakat Indonesia Serius Mengikis Pembajakan Buku

  Pendahuluan   Obral buku bajakan akan tetap laris terutama ketika harga buku asli dirasa begitu mencekik. Situasi ini kerap dialami ol...