Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Kamis, 17 April 2025


 Nama : Humaira Alisya Yuniandri 


Kelas : PBSI 02


Judul : CINTA SELAMANYA 




Cinta Selamanya 



Hari berlalu membawa rindu

Menjadi kisah antara kau dan aku

Meski tak selalu bersamaku

Cinta ini tetaplah satu


Kau tak perlalu berjanji apa-apa

Cukup rasa yang penuh makna 

Dibalik rasa kesal yang kau bawa

Aku mencintaimu tanpa banyak tanya


Apapun yang kau lakukan 

Kau tetap yang ku inginkan

Rasa yang tak butuh penjelasan

Cinta ini takan pernah terpadamkan


Jika kelak takdir berbicara

Aku rela menunggumu selamanya

Asal kau tau dalam sukma

Hanya namamu yang bertahta


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Fawwaz Dinar Nugraha 


Kelas : PBSI 02

Judul : TOPENG



Topeng 


Di balik meja penuh berkas,
Ia tersenyum, tampak cemas,
Tangan gemetar saat membalas,
Janji manis yang kini bias.

Langkahnya ringan meniti kursi,
Padahal hati penuh duri,
Berpura jujur di balik diri,
Menjual amanah hari ke hari.

Rakyat menunggu kabar cerah,
Tapi yang datang hanya resah,
Ia sibuk menumpuk megah,
Di atas lelah dan darah susah.

Kelak waktu akan bicara,
Tak bisa lari, tak bisa mara,
Semua jejak akan terbaca,
Saat keadilan buka mata.

______________________________
Laboratotium Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan
www.tulis-tulis.my.id
#tulis-tulis


 
Nama : Erin Aolya Nissa


Kelas : PBSI 02

Judul : SEKEDAR TULIP 



Sekedar Tulip

Jika kunyanyikan kisah dari air mata, akankah kau mendengarnya?
Kisah tulip yang kan membuat kau terpesona oleh indahnya
Yang membuat kau bercerita karena kehangatannya
Yang membuat kau selalu ingin menghampirinya

Tulip itu sekarang merekah merah oleh sikapmu
Tanpa Lelah ia memancarkan warna cinta untukmu 
Dengan tergesa ia selalu menanti setiap kedatanganmu
Selalu tersenyum senang saat Bersama dirimu

Namun, musim berganti, badai menerpa,
Sikapmu padanya tak lagi sama, 
Kau tak ada waktu untuk datang padanya
Membuatnya redup layu tak berwarna 

Andai kau mendengar tangis hatinya ini
Saat tulip merindukanmu sepenuh hati
Saat kelopaknya berwarna kuning oleh harapan kau Kembali
Dengarlah kisah tulip kau iris hatinya ini


______________________________
Laboratotium Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan
www.tulis-tulis.my.id
#tulis-tulis

 


Nama : Diva Nadya Tri Hastuti 


Kelas : PBSI 02


Judul : CINTA PERTAMA 




Cinta Pertama 



Dia datang bagai cahaya

Hatiku luluh melihatnya 

Senyummu indah bagaikan senja

Aku pun terpikat melihatnya 



Tentang senyumannya 

Tentang tatapan matanya

Yang entah mengapa

Aku selalu ingin melihatnya 



Dan entah mengapa

Milihatmu, aku merasa bahagia

Bahagia yang tiada tara

Saat pertama melihat nya, aku begitu terpana



Aku terdiam cukup lama 

Mataku pun seolah menangkap cinta pertamanya 

Dan siapa sangka 

Aku pun bertemu dengan cinta pertama


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Dinda Putri Lestari 

Kelas : PBSI 01

Judul : SAMA, MESKI JAUH




Sama, Meski Jauh


Kita tak lagi duduk di kota yang sama

Tapi detakmu masih aku rasa

Meski raga tak bisa saling menyapa

Aku tahu kau tetap menjaganya


Kadang malam terasa begitu lama

Pikiran datang secara tiba tiba 

Bukan karena ku tak percaya

Hanya rindu yang tak tahu caranya


Sering kubakar hari dengan amarah

Tapi kau tetap tenang, tak berubah

Meski nadaku tinggi tanpa arah

Hatiku pulang, kau satu-satunya rumah


Ada mata yang tak lelah 'tuk memburu

Menanti retak di antara kita yang satu

Ada diam yang terasa mengganggu

Bukan karna kau, tapi karna yang menunggu celah itu



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Dike Putri Lestari  

Kelas : PBSI 02

Judul : ADUH RASA




Aduh Rasa



Aduh rasa...ini.... bergeming dalam dada,

Seperti angin lembut menyapa jiwa,

Tak ada luka, hanya debar bahagia,

Saat namamu hadir bawa cerita...


Ohh....


Langkahku kian ringan tiap kau tersenyum,

Hati bak menari dalam irama yang ranum

Tak terduga cinta datang mengalun 

Bersama harapan yang pelan pelan menyusun..


Bukan dongeng, bukan khayal semata,

Tapi rasa yang ini penuh dengan warna,

Tumbuh perlahan laksana bunga pertama

Menyubur hati dengan cinta yang ceria.


Aduh rasa... teruslah bersemi,

Dalam tawa, dalam mimpi yang abadi,

Semoga kau tahu dan turut mengerti,

Bahwa cinta ini lebih dari apa yang kamu pahami  



cintaku....



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 
Nama : Aulia Ush Sholihah 

Kelas : PBSI 02

Judul : 2/3



2/3

dua di antara satu dan tiga
di antara adik dan kaka
pendengar keluarga 
lelah tak terasa 

kaka jadi yang pertama 
adik yang selalu dimanja 
dituntut tetap kuat di dunia
tanpa pondasi didalamnya 

yang dicari bukan lagi harta 
namun perhatian orang tua 
sakit? jelas, ada.
dendam bukan pilihannya 

mungkin memang cara 
untuk bertahan di dunia
karna pada akhirnya 
hidup akan kesendirian, adanya.


______________________________
Laboratotium Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan
www.tulis-tulis.my.id
#tulis-tulis


 
Nama : Aila Nurainsya 


Kelas : PBSI 02

Judul : JEJAK YANG HILANG



Jejak yang hilang

jejakmu masih ingin kucari 
menyusuri rasa dengan kehampaan hati
meninggalkan ku seorang diri
sungguh, sakit ini tak terobati

mungkin, kau sudah lupa
kau dan aku pernah satu rasa
membuat kobaran yang membara
melupakan masalah yang ada

emosimu selalu tak bertepi
lagaknya jurang diujung sungai
yang selalu ingin dimengerti
bagai hati yang tercabik sunyi

pada akhirnya, kita telah jauh
mengalun layaknya angin riuh
aku yang telah runtuh
dan takdir yang tak lagi utuh


______________________________
Laboratotium Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan
www.tulis-tulis.my.id
#tulis-tulis


Nama : Adrian Muhfizar Ramadan 


Kelas : PBSI 02


Judul : SEPI


Sepi


Di tengah kota, suara bergema 

Orang berlalu, wajah-wajah baru

Namun hatiku terasa hampa, tanpa rasa

Keriuhan ini seolah hanya bayang-bayang 


Lampu-lampu berkedip, warna-warni ceria 

Tetapi jiwa ini terkurung dalam sunyi 

Keriangan di luar, seakan tak berdaya

Menyimpan rahasia yang tak terucap lagi


Gelak tawa manusia, tak sebanding dengan rasa

Dalam keramaian ini, aku terasing sendiri

Seperti bayangan yang hilang di antara rasa

Mencari arti di balik tawa yang tak berarti


Di balik keramaian, ada kesunyian

Kota ini ramai, tapi hatiku sepi

Di tengah keramaian, ku temukan jalan

Menuju kedamaian, jauh dari keramaian ini



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis



 


Nama : Riyan Nur Saputra 

Kelas : PBSI 02

Judul : WAKTU



Waktu

Perjalanan pulang terasa sepi
Diiringi terbenamnya sinar mentari
Bayang lama datang kembali
Dari masa yang telah pergi

Andai sejak awal ku sadari
Sejak awal bakal tahu apa yang terjadi
Andai waktu bisa ku ulangi
Mungkin kisahku takkan begini

Sering bertanya dalam hati
Mengapa tak kuubah saat masih dini?
Namun kini penyesalan yang terjadi
Oleh waktu yang tak bisa terulangi

Biarlah masa lalu tetap berdiri
Tinggalkan jejak yang penuh arti
Waktu manusia itu penuh misteri
Namun waktu tuhan akan selalu pasti


______________________________
Laboratotium Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan
www.tulis-tulis.my.id
#tulis-tulis

Rabu, 16 April 2025


 Nama : Risnu Yudoyono 

Kelas : PBSI 01

Judul : Ruang Masa Depan


Ruang masa depan Langit kelabu di tanah Ilmu Langit kelabu menyapa pagi Lapangan basah sunyi berdiri Gedung megah menanti janji Langkah pelajar kan kembali. Riuh Cita di Fakultas seni Pintu terbuka harapan berseri Fakultas keguruan penuh arti Ilmu dan mimpi berpadu rapi Mengukir masa depan sejati. Di Antara Cemara dan Suara Pohon cemara berdiri teguh, Menyaksikan hari yang tak pernah jenuh, Canda dan tawa di balik peluh, Menjadi kenangan yang takkan luruh. Jejak Asa di Tanah Kampus Di tanah ini kutanam harapan, Dengan semangat dan keteguhan, Meski hujan dan waktu berjalan, Kampus ini jadi pelabuhan.


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


Nama : Irna Hensriyani

Kelas : PBSI 01

Judul : Sedikit Saja, Bu


Sedikit saja, bu Apa menurutmu egois itu hal yang tabu? Sehingga kau asing dengan itu Mereka sangatlah berisik Bu, Menyuarakan sakit yang sama setiap waktu Tumbuh dengan keras suara dan kelembutan yang palsu Berharap ingin di mengerti olehmu Bukankah mereka sangat lucu? Jadilah egois sedikit saja Bu, Bukankah badai kau terjang selalu? Teriaklah, berontak lah semau mu Manusia kuno dan lemah itu Selalu ingin menggenggam mu dengan kasih sayang yang hambar itu



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis 

Nama: Stevia Ledimah

Kelas: PBSI 01

Judul: kamu kemana?~


kamu kemana?~

kenangan manis tentangmu kini tlah kering dan layu harapan yang dituju hilang ditelan waktu tetes air mata yang penuh keluh pada jarak temu yang semakin jauh pada rasa rindu yang semakin gaduh atau pada heningnya sepi yang sangat membunuh aku berkelana ke sudut kota mencari sepotong hati yang ntah jatuh dimana bertelusur kesana kemari namun tak kunjung berjumpa tersesat merana dalam teka-teki asmara apakah sakit bisa diajak bicara? setelah bersamaku menyusuri kota mereka bilang semua akan reda tapi adakah batas bagi nestapa?




__________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 


Nama: Tri Nadia

Kelas: PBSI 01

Judul: JANJI YANG KUHARAPKAN


JANJI YANG KUHARAPKAN

Dari segenap hati Yang kuharapkan akan menepi Pada setiap janji Yang selalu akan ku nanti Dari segenap jiwa yang selalu tulus kumenanti Untuk sebuah harap yang semoga terjadi Aku menunggu mu dengan harap diri Berharap kau akan memenuhi setiap janji Untukmu,yang selalu singgah di mimpi Bagai cahaya bulan yang selalu kunanti di malam hari Bagai angin malam yang berbisik menyampaikan janji Bahwa aku mencintaimu dengan setulus hati Untukmu,yang selalu kuridukan disini Sudah kutitip rinduku pada angin yang berhembus tinggi Mengantarkan rasaku padamu lewat hembusan angin pagi Berharap kau tak kan mengingkari semua janji



__________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


Nama : Widan Noufaldi  

Kelas : PBSI 01

Judul : Hati Ini


Hati Ini

Aku terlalu sibuk mengabaikan Aku selalu bersembunyi apa hatiku katakan Aku berusaha tetap terjaga disaat hatiku terdiam namunn Itu sia sia aku sudah kecewa sedalam lautan Berlari dari rasa sakit ini Aku Bersembunyi dari kenyataan inii Tuhan tolonglah hatiii iniii Aku sudah lelah apa yang kurasakan saat ini Apakah aku benar benar hidup didunia iniii Apakah ada cara menghilangkann rasaa sakitt iniii Dinding hatiku sudah tak kuat menahan rasa sakit inii Tapi jauhh didalam lubuk hatikuu Aku menyimpann kenangan ku Bersamamuu Akuu ingin ini cepat berakhirr rasa sakitku


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama: Aam Amalia

Kelas: PBSI 01

Judul: Diantara kita


Diantara kita Dibawah langit jingga berpendar Lambaian udara berbisik lembut nan sabar Helaian daun menari tanpa suara yang gemetar Tatapan jauh itu memancar binar yang tak pudar Tatkala kita terhenti Sorot mata seolah menarik kembali Terkilas dalam ingatan akan sisa memori Tentang kisah yang pernah dilalui Akankah ada peluang membawa kita kembali Atau meninggalkan lalu pergi Kita pernah saling mengerti Kini yang tersisa hanya sorot sepi Pada akhirnya.... Masing-masing diantara kita Pergi tanpa tanya Dengan jalan yang berbeda



__________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


Nama : Elza Nadhita

Kelas : PBSI 01

Judul : Berduka Ceria

Berduka Ceria Dihadirkannya aku oleh semesta Berjalan menuntun suka Untuk apa aku merasa Bila kau berada jauh disana Pernahkah ku menuntut ada Kepada kau yang seharusnya ada Namun aku hanya pandai wajar saja Biar nampak baik baik saja Di halte tua Kuharap kau ada disana Menunggu gadis kecil yang ceria Berlari didekap oleh duka Halte tua hanya cerita Karena kini ku bukan lagi gadis ceria Keceriaan itu sudah menjadi duka Pada naluri yang tak sedia terima Berbahagialah kau disana Aku akan lupa Perihal kau yang seharusnya ada



______________________________
Laboratotium Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan
www.tulis-tulis.my.id
#tulis-tulis

 

Nama: Naufal Mukrimi

Kelas: PBSI 01

Judul: Kak


Kak Siapa beradik dua bapak ibu merenta tua Sedang berkeras apa Sudah bagaimana Berkeras menjawab tanya sepatu baru adik mana bapak habis obatnya ibu melamun ke mana Sudah bagaimana atau gugat mengapa mesti beradik dua bapak ibu merenta tua sudah bagaimana sudah bagaimana sudah bagaimana baik-baik semoga


__________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


Nama : Santi Marisa

Kelas : PBSI 01

Judul : Wanita Hebatku


Wanita hebatku Kau ratu tanpa mahkota Kasih sayangmu tiada Tara Meski lelah kau tetap tertawa Membuat suasana bahagia Tak peduli sehatu atau sakit Entah manis atau pahit Kau selalu berusaha bangkit Menyelesaikan semuanya dengan gesit Gadis kecil yang kau manja Kini sudah meranjak dewasa Sudah tau mana suka, mana duka Namun aku masih membutuhkanmu Merasakan hangatnya pelukanmu Teruslah berada disampingku, bu Sampai aku bisa membahagiakanmu



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


Nama :  Maydhotul Khasanah 

Kelas : PBSI 01

Judul : Sunyi Yang Tersisa 


Sunyi yang Tersisa

Kau janji setia, lalu pergi juga, Kubiarkan hati belajar terluka, Tak ada tanya, tak ada suara, Hanya sepi yang sisa di dada. Kupikir kau beda, ternyata sama, Datang sekejap, lalu sirna, Meninggalkan luka tanpa makna, Namun membekas di tiap kata. Dulu kutunggu dengan rasa, Kini kututup semua asa, Tak ingin lagi percaya, Pada cinta yang dusta. Biarlah waktu yang merawat jiwa, Pelan-pelan kutata bahagia, Meski kecewa masih ada, Kutemukan damai dalam luka.



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 



Nama: Dimas Aditiya

Kelas : PBSI 01

Judul : Ngampus


NGAMPUS Tentang langit yang cerah dengan cuaca indah aku bersiap untuk kuliah Dan aku langsung keluar rumah Di jalan menuju kampus aku menghirup udara bebas tak terasa sudah tiba di kampus di parkiran bertemu teman sekelas sapa menyapa sebelum arah kelas jalan ber iringan menuju  kelas dan dosen pun terlihat jelas sudah mau masuk kelas dosen pun langsung menjelaskan Materi untuk ujian tak terasa dosen pun sudah beres menjelaskan


__________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 


 

Nama : Nadia Dwi Apriani   

Kelas : PBSI 01

Judul : Pelangi Setelah Luka 


Pelangi Setelah Luka Mentari bersinar menerangi bumi Menyambut dunia yang penuh teka-teki Membangun tumpukan mimpi yang harus ku tata kembali Hidup memanglah pembelajaran Ada harapan, ada kenyataan Jangan takut teruslah bertahan dan bangkitlah dari kesalahan Di balik gelap, ada cahaya Di setiap luka kutemukan makna Tak selamanya hujan menyapa Akan datang pelangi yang indah warnanya Mimpi tetap mimpi yang tak boleh mati Harapan tetap harapan yang harus berarti Percaya walau luka belum sembuh sendiri Akan ada cahaya yang menanti


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Virga Riyessa  

Kelas : PBSI 01

Judul : Sirius Yang Tak Tergapai 


Sirius yang Tak Tergapai

Aku menyadari Purnama tersenyum sempurna malam ini Berbaur bersama berjuta bintang yang menghiasi Bersama deru angin yang tiada henti Dari sekian banyak bintang di cakrawala ini Mengapa hanya sirius yang ingin ku miliki Namun mengapa ragu ini terus menghantui Hingga jiwa ini terjebak dalam kekalutan sendiri Dinginnya malam menusuk jiwa yang sepi Membawa hati ini pada kenyataan tak pasti Membangkitkan gejolak dalam diri Mengalun parasmu dalam angan tak terlampaui Namun jiwa ini terlalu lelah menanti Terasa hampa melalui hari-hari Mengharapkanmu yang tiada henti Hingga kau tak mampu untukku dapati



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Fakha Assiatul Sa'ana  

Kelas : PBSI 01

Judul : Di Jalan-Nya


Di Jalan-Nya


Terkesan memaksa agaknya 

Untuk demi mendengar sebuah lara

Terkecoh disaat jalan terlihat sama

Namun ku pikir itu memang kehendak-Nya


Kalau saja aku pewarna

Aku pasti selalu merona 

Kalau saja aku bunga

Aku pasti jadi primadona 


Riuhan gemuruh kerap bergema

Seolah memberi sebuah tanda

Dan aku masih bertanya tanya

Apa jawaban dari ini semua


Boleh jadi sebab satu perkara 

Sampai ketakutan tercipta 

Mengalun suara lirihan jera

Berharap penuh pada skenario -Nya



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Ono Tarno

Kelas : PBSI 01

Judul : Lentera Kehidupan


Lentera Kehidupan

Ibu temani aku Seakan-akan sirna semangatku hidup tanpamu Kau bunga kehidupanku Saat ada senantiasa senyum tulus untukku Ibu kuatkan aku Ku lemah tanpa hadirmu Terasa hampa hari-hari ku Kau adalah pelita hidupku Ibu hidupku sepi Terbangun dini hari Tak da lagi bunyi Nak ayo sarapan pagi Ibu doa’kan aku Tuk kuat melewati badai kehidupan tanpa hadirmu Semoga kau tenang di alam itu Di surga Allah, yang merindu....




______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Rifki Syaeful Anwar 

Kelas : PBSI 01

Judul : Gunung Dan Persahabatan

gunung Dan Persahabatan 

Dikaki gunung yang gagah perkasa Rombongan kecil memulai petualangannya Langkah beriring semangat membara Menuju puncak mimpi bersama Jalur mendaki terjal dan berliku Namun tawa riang tak pernah pilu Saling membantu bahu membahu Persahabatan erat takan pernah layu Mentari pagi menyambut cerita Pemandangan indah mempesona mata Gunung menjadi saksi bahagia kita Rombongan sahabat selamanya bersama Di puncak gunung kita berdiri Menatap dunia tak terperi Persahabatan ini,abadi lestari Gunung dan rombongan kisa sejati



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 


Nama : Rizkia Putra Asihan  

Kelas : PBSI 01

Judul : Meski Dalam Hati


Meski Dalam Hati Aku Jatuh Cinta Kepada seseorang yang telah ku kenal sebelumnya Namun,Yang kali ini berbeda Seperti sangat spesial rasanya Bagai burung yang berkicau di pagi hari Seperti setangkai mawar ditengah ribuan melati Kaulah yang menjadi alasanku untuk tetap berdiri Namun, Siapa yang tahu, Siapa yang mau Kau disana, Aku di seberangmu Mendapatkanmu menjadi sebuah keraguan untuku Yang akhirnya membuat hatiku termangu Jujur, tak mudah untuk melangkah pergi Harapan perlahan pergi, ditelan sunyi Ini soal hati, bukan apa yang akan terjadi Namun cintaku tetap abadi, meski hanya dalam hati ______________________________ Laboratotium Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan www.tulis-tulis.my.id #tulis-tulis

 



Nama : Fina Fauziyah Amijaya
Kelas : PBSI 01
Judul : Kau Datang, Aku Bahagia 

Kau Datang, Aku Bahagia 

Hadirmu laksana mentari pagi, Menghangatkan hati yang sunyi dan sepi, Langkahmu membawa damai yang abadi, Dalam mataku kaulah pelangi. Kau hadir di kala aku terluka, Menenangkan jiwa yang hampir sirna, Kata-katamu ibarat cahaya, Menerangi gelapku tanpa cela. Kehadiranmu membawa kebahagiaan, Mewarnai hari dengan kesenangan, Dari gelisah menjadi ketenangan, segala kehadiranmu penuh harapan. Tak pernah ku sangka, tak pernah ku duga, Kehadiranmu mengubah segalanya, Dulu hampa kini penuh warna, Karena hadirmu aku bahagia.

______________________________ Laboratotium Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan www.tulis-tulis.my.id #tulis-tulis


 

Nama : Salfa Fitria Rahmawati 

Kelas : PBSI 01 

Judul : Bukan Untuk Kembali 

Bukan Untuk Kembali 

Kau pernah jadi tenang di dada, satu-satunya tempat kupercaya, lalu kau pergi tanpa bicara, meninggalkan aku dan segalanya. Bukan aku tak bisa melupa, hanya rindu ini tak tahu cara, sebab bayangmu masih terasa, meski aku tahu kau takkan kembali ke sini juga. Tak lagi ada yang ingin kupinta, tak lagi ada yang ingin kurasa, aku hanya diam bersama luka, yang tumbuh dari cinta yang tak bersisa. Kini rindu ini tak punya nama, bukan harap, bukan doa, hanya kenangan yang kupeluk saja, sebagai tanda, kau pernah ada.

______________________________ Laboratotium Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan www.tulis-tulis.my.id #tulis-tulis

Senin, 14 April 2025

Berburu Takjil Tradisi Ramadhan yang Menggugah Selera di Desa Ciniru

 


Kuningan, 24 Maret 2025 – Setiap menjelang berbuka puasa, suasana semakin meriah dengan aktivitas berburu takjil. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi berbagai lokasi untuk mencari makanan dan minuman yang siap disajikan saat berbuka. Dari gorengan hingga kolak, pilihan takjil semakin beragam dan menggugah selera, menciptakan pengalaman unik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari bulan suci Ramadhan. Di Pasar Desa Ciniru Kabupaten Kuningan , salah satu lokasi favorit untuk berburu takjil, berbagai pedagang menawarkan aneka hidangan khas. Salah satunya adalah ibu Virly , seorang pedagang yang telah berjualan selama lebih dari 2 tahun . Dalam wawancara, Ibu Virly menjelaskan bahwa ia memilih untuk berjualan selama bulan Ramadhan karena ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. “Setiap tahun, saya menantikan bulan Ramadhan. Berjualan takjil bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang ingin berbuka puasa,” ungkapnya. Ibu Virly menjual berbagai jenis takjil, mulai dari sosi bakar dan semacam nya, kolak pisang, hingga gorengan seperti bakwan dan risoles. Persiapan sebelum bulan Ramadhan sangat penting bagi Ibu Virly. Ia memastikan semua bahan yang digunakan berkualitas dan segar. “Saya selalu menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang saya jual. Itu sangat penting agar pembeli merasa aman dan puas,” ujarnya. Selama berjualan, Ibu Virly juga memiliki momen-momen spesial yang tidak terlupakan. “Ada satu hari ketika berjualan pernah habis sekejap dalam waktu 1 jam “, dan ini sesuatu kebahagiaan bagi saya ,” kenangnya. Dengan harapan agar tradisi berburu takjil terus berlangsung di masa depan, Ibu Virly berharap masyarakat tetap menjaga semangat kebersamaan selama bulan suci ini. “Ramadhan adalah waktu untuk berbagi dan bersyukur. Semoga kita semua bisa menjalani bulan ini dengan penuh keberkahan,” tutupnya. Tradisi berburu takjil bukan hanya sekadar kegiatan kuliner, tetapi juga menciptakan momen-momen indah yang mempererat hubungan antarwarga selama bulan suci Ramadhan.

Lonjakan Pembeli Kerudung di Bulan Ramadhan





(Pasar Barat, Jalan Siliwangi, 25 Maret 2025) – Permintaan kerudung mengalami peningkatan signifikan menjelang Idulfitri, memberikan keuntungan besar bagi para pedagang, terutama di pusat perbelanjaan seperti Pasar Barat, Jalan Siliwangi. 
Menurut Ibu Nia, salah satu pedagang di pasar tersebut, kerudung Umama katunpolosdan pashmina kaos menjadi produk paling diminati selama bulan Ramadhan. "Banyakpelanggan mencari kerudung yang nyaman digunakan sehari-hari, baik untuk beribadahmaupunaktivitas lainnya," ungkapnya. Pembeli utama selama Ramadhan adalah remaja dan ibu-ibu, yang ingin tampil modissekaligus nyaman. Mengantisipasi lonjakan permintaan, para pedagang sudahmulai menyiapkan stok jauh-jauh hari dengan mengikuti tren model terbaru. 
Pasar Barat, Jalan Siliwangi, menjadi lokasi strategis untuk berjualan karena selaluramai pengunjung. Selain berjualan langsung, beberapa pedagang juga memanfaatkan platformonlineuntuk menjangkau lebih banyak pelanggan. 
Ibu Nia mengungkapkan alasannya memilih berjualan kerudung dibandingkan produklainkarena kerudung merupakan kebutuhan utama perempuan muslim dan memiliki banyakpeminat. Untuk menarik pelanggan, ia menawarkan berbagai model terbaru denganharga bersaing serta promo menarik. Dengan meningkatnya permintaan ini, para pedagang optimis bisnis merekaterusberkembang dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut Hari Raya.

UMKM Kacang Mercy: Perjalanan CV Sinar Jaya Mengolah Kacang Menjadi Produk Berkualitas


Majalengka – Desa Rawa, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka dikenal sebagai sentra industri makanan ringan. Salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang pesat di daerah ini adalah CV Sinar Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kacang dengan produk unggulannya, Kacang Mercy. 

CV Sinar Jaya didirikan pada tahun 1999 oleh H. Nurdin (owner), seorang pengusaha lokal yang awalnya bergerak di bidang perdagangan bahan baku makanan. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2006 ia mulai memproduksi sendiri kacang goreng yang kini dikenal luas dengan merk Kacang Mercy. Produk ini hadir dengan dua varian rasa khas, yaitu asin gurih dan balado, yang telah menarik perhatian banyak konsumen. 

Dalam sebuah wawancara, H. Nurdin mengungkapkan bahwa usahanya berkembang secara bertahap. Berawal dari modal sebesar Rp10 juta, ia terus mengembangkan bisnisnya hingga kini memiliki modal sendiri yang mencapai Rp100 hingga Rp300 juta. Dengan perkembangan tersebut, CV Sinar Jaya mampu menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar hingga ke desa desa tetangga. 

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan harga dengan produk-produk impor, Nurdin tetap optimis dalam mempertahankan usahanya. Strategi pemasaran yang diterapkan tidak hanya menyasar distributor besar, tetapi juga menjangkau pedagang eceran dan kota-kota kecil agar tetap kompetitif di pasar. 

Saat ini, CV Sinar Jaya mencatatkan omzet bulanan yang berkisar antara Rp30 juta hingga Rp40 juta. Namun, angka tersebut dapat mengalami fluktuasi tergantung situasi pasar. Dengan semangat dan inovasi yang terus dilakukan, H. Nurdin berharap agar usahanya semakin berkembang, memberikan kemudahan dalam produksi dan penjualan, serta membawa kesejahteraan bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. 

Dengan terus mengedepankan kualitas produk dan strategi pemasaran yang tepat, CV Sinar Jaya optimis dapat bersaing dan bertahan di industri makanan ringan yang semakin kompetitif.

Kamis, 10 April 2025

Mahasiswa Sulap Sekam Padi Jadi Sekam Bakar, Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian

 


Kuningan, 
11 April 2025  Sarip Hidayat, seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dari Universitas Kuningan, berhasil menciptakan inovasi ramah lingkungan dengan mengolah limbah sekam padi menjadi sekam bakar yang bernilai guna.

Berawal dari keprihatinannya terhadap banyaknya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya sekam padi yang kerap dianggap tidak berguna ataupun limbah, Sarip mulai melakukan penelitian kecil-kecilan di Dusun Hujungan Desa Situgede Kec. Subang Kab. Kuningan. Ia melihat bahwa sekam padi yang melimpah setelah musim panen hanya menumpuk dan bahkan dibakar begitu saja, sehingga berpotensi mencemari udara.

“Padahal sekam padi bisa diolah menjadi sekam bakar yang berguna, misalnya sebagai bahan media tanam, pengganti arang, atau bahan bakar alternatif,” ujar Sarip saat ditemui di rumahnya di Desa Situgede, Kuningan.

Proses pembuatan sekam bakar yang dilakukan Sarip cukup sederhana namun efektif. Ia menggunakan metode pembakaran tidak langsung agar hasil sekam bakar tetap bersih dan kaya karbon. Produk Sekam bakar kemudian ia distribusikan secara terbatas kepada petani lokal untuk dijadikan media tanam.

Inovasi ini pun mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Selain mengurangi limbah, sekam bakar hasil olahan Sarip terbukti membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan efisiensi pertanian skala kecil.

Sarip berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih luas dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk peduli terhadap isu lingkungan, khususnya di sektor pertanian. “Kita punya banyak potensi dari limbah. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan ber nilai jual,” tambahnya.

Dengan inisiatif ini, Sarip tak hanya menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan, tapi juga membuktikan bahwa solusi sederhana dari mahasiswa pun bisa membawa dampak besar bagi masyarakat.

Rabu, 09 April 2025

Sarapan Puisi

 


Puisi,
Mampu membangunkanmu
Dari tidurnya hatimu

Memberimu sarapan kesadaran
Melalui keindahan yang disuguhkan

Mengenyangkan sisi romantis
Jiwa hamba tuhan

Menyuguhkan hidangan penutup
Bagi jiwa-jiwa kesepian

Betapa puisi mampu menyajikan
Porsi sarapan yang pas.
Puisi mampu mengenyangkan
Bahkan meninabobokan

andriyana03

Selasa, 25 Maret 2025

Beras Minimarket Hantam Pabrik Tradisional di Babakanreuma, Penjualan Anjlok 50%

Khalid Naufal Adani (20230110029) sedang bersama Pemilik Pabrik Penggilingan Gabah Srimulus Putra, Bapak Ir. H. Ahmad Yani.

Kuningan, 25 Maret 2025 – Masuknya beras kemasan minimarket ke desa-desa Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyebabkan penurunan drastis pada penjualan pabrik beras tradisional. Penurunan tersebut mencapai 50% sejak minimarket mulai beroperasi pada tahun 2020.

Pemilik Pabrik Penggilingan Gabah Srimulus Putra, Ir. H. Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa perubahan minat masyarakat terhadap beras kemasan menjadi tantangan utama. "Masyarakat mulai memilih beras kemasan karena kemasan lebih praktis dan rapi," ujar Bapak Yani saat memantau proses penggilingan.

Meski demikian, tidak semua konsumen beralih. Beberapa warga tetap membeli di pabrik karena percaya akan keaslian dan kebersihan beras yang tidak melalui proses pencampuran atau penambahan bahan kimia. "Kami menjamin beras kami orisinil dan diproses secara higienis," tambahnya.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Babakanreuma, Karapyak, Reuma, Bilisuk, Parenca-BBR, dan Petigobang. Pelanggan tetap datang dari berbagai desa di Kecamatan Sindangagung, walau jumlahnya fluktuatif tergantung kualitas dan harga beras.

Untuk bersaing dengan produk modern, Pabrik Srimulus Putra mengedepankan pelayanan pesan antar, kebersihan proses penggilingan, serta kualitas padi pilihan. “Kami memilih padi terbaik dan tetap menjaga harga agar beras kami diminati,” jelas Bapak Yani.

Data menunjukkan penurunan permintaan mulai terasa sejak 2020 dan semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah minimarket. Upaya promosi dari minimarket serta tampilan kemasan menarik menjadi faktor pendorong peralihan konsumen.

Sejak awal beroperasi, minimarket mulai menyalurkan beras kemasan ke desa-desa, yang semula mengandalkan pabrik beras lokal. Perlahan, kehadiran produk modern mengubah kebiasaan belanja masyarakat, meskipun masih menyisakan kelompok konsumen yang loyal pada produk lokal.

JADI YOUTUBER ITU GAK GAMPANG! BRICBROZ UNGKAP TANTANGANNYA



Kuningan, 25 Maret 2025 - Menjadi seorang Youtuber mungkin terlihat mudah dari luar, tetapi ada Banyak tantangan yang Harus dihadapi Brickbroz, yang memiliki nama Asli Faris Muhamad Fikri Fajari, adalah seorang konten kreator yang dikenal dengan video-video bertema games LEGO. Ia membagikan pengalaman serta tantangan yang dihadapinya selama berkarir di dunia Youtube.

Menurut Brickbroz, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah saat pertama kali mulai membuat konten. “Di awal-awal, saya harus terus berpikir ide apa lagi yang bisa membuat konten ini meledak dan meningkatkan jumlah subscriber,” ujarnya. Menemukan konsep yang menarik dan mampu menarik perhatian penonton adalah salah satu hambatan yang harus dilewati oleh setiap YouTuber baru. 

Ketika ditanya tentang sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan kariernya, Brickbroz menyebutkan bahwa keluarganya turut memberikan dukungan. Namun, ia juga menegaskan bahwa dirinya sendirilah yang memiliki pengaruh terbesar. “Pada akhirnya, yang paling berpengaruh adalah diri sendiri, karena saya yang menentukan arah dan perkembangan channel ini,” ungkapnya. 

Brickbroz mulai merasa bahwa menjadi YouTuber bukanlah hal yang mudah ketika jumlah pengikutnya sudah banyak, tetapi jumlah views videonya tetap stagnan. “Saat pengikut sudah banyak, tapi views-nya segitu-segitu aja, itu masalah yang kadang bikin saya pusing,” katanya. Fenomena ini sering terjadi di dunia YouTube, di mana engagement tidak selalu sejalan dengan jumlah subscribers. 

Untuk tetap kreatif, Brickbroz mencari inspirasi dari berbagai sumber, terutama dari film-film yang ia tonton. “Biasanya saya mendapatkan inspirasi dari film atau karakter anime yang sedang viral. Tapi selama ini, inspirasi terbesar saya berasal dari film-film superhero dari Marvel Universe,” jelasnya. Dalam kontennya, Brickbroz sering membuat berbagai varian skin LEGO berdasarkan karakter terkenal, seperti LEGO Titan dari anime Attack on Titan, LEGO Invincible dari animasi Invincible, dan LEGO Ben 10 dari animasi Ben 10. 

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Brickbroz tetap bertahan sebagai YouTuber karena satu alasan utama: uang. “Kapan lagi bisa kerja sesuai hobi dan menghasilkan uang?” katanya jujur. Baginya, YouTube bukan hanya sekadar platform berbagi video, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. 

 Untuk menghadapi tantangan dan menjaga konsistensi, Brickbroz menekankan pentingnya mempertahankan tema konten. “Yang penting konsisten dan jangan sering ganti tema konten, karena itu bisa mempengaruhi perkembangan channel ke depannya,” sarannya. Dengan tetap fokus pada satu niche, ia percaya bahwa pertumbuhan channel akan lebih stabil. 

Senin, 24 Maret 2025

PEDAGANG PAKAIAN BERTAHAN DI TENGAH PERSAINGAN


Kuningan, 25 Maret 2025 – Bisnis pakaian di pasar tradisional semakin menantang akibat persaingan dari toko ritel modern dan e-commerce. Namun, Asep Wahyudi (47) Seorang pedagang pakaian di Pasar Baru, Kuningan, tetap mampu mempertahankan usahanya dengan berbagai strategi.

Saat ditemui di kiosnya yang penuh dengan tumpukan pakaian, Asep berbagi cerita tentang perjalanannya dalam dunia bisnis. “Saya sudah jualan di sini hampir 20 tahun. Dulu pembeli selalu ramai, tapi sekarang harus lebih kreatif supaya tetap laku,” ujarnya. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah perubahan kebiasaan belanja pelanggan.“Banyak orang sekarang lebih suka beli baju lewat online. Jadi, saya juga mulai coba jualan lewat media sosial dan marketplace,” katanya.
Tak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke kios, Asep mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan penjualannya. “Sekarang saya sering upload foto produk di WhatsApp dan Instagram. Kalau ada pelanggan yang pesan, bisa langsung saya kirim pakai ojek online,” tambahnya. Selain itu, Asep juga menjaga loyalitas pelanggan dengan memberikan harga bersaing dan pelayanan yang ramah. “Saya selalu kasih diskon untuk pelanggan setia dan sering kasih bonus kecil seperti kaos kaki atau masker,” jelasnya. Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, Asep berhasil mempertahankan bisnisnya di tengah persaingan yang semakin ketat. Ia berharap pedagang lain juga bisa beradaptasi agar tidak kalah dengan perkembangan zaman. “Jangan takut mencoba hal baru. Yang penting tetap semangat dan jaga kualitas dagangan,” pungkasnya.

Lonjakan Permintaan Daging Menjelang Ramadhan: Pedagang Hadapi Tantangan

 


Selasa, 25/3/2025 Kuningan, Jawa Barat mengalami permasalahan terkait melonjaknya permintaan daging yang signifikan dibanding hari – hari biasa. Hal ini membuat para pedagang daging harus mengelola stok dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pelanggan utama yang membeli daging dalam jumlah besar menjelang Ramadhan biasanya adalah pemilik warung makan dan para ibu rumah tangga. Warung makan membutuhkan bahan baku untuk memenuhi permintaan menu khas Ramadhan, sedangkan ibu-ibu rumah tangga membeli daging untuk sajian keluarga.

Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, Junaedi mengatakan bahwa dirinya mengandalkan pasokan daging dari pengirim langganan. "Saya punya pengirim langganan yang selalu mengirim stok tepat waktu, jadi saya tidak pernah kekurangan barang," jelasnya.
Meski demikian, kenaikan harga daging menjadi tantangan yang harus dihadapi para pedagang. "Harga daging sering naik menjelang Ramadhan karena permintaannya tinggi, sementara barangnya sedikit. Ini sudah menjadi pola yang berulang setiap tahun," tambahnya.

Junaedi juga berbagi cara dirinya mengelola stok dan menjaga kualitas daging selama bulan Ramadhan. "Saya selalu memastikan stok ada dengan sistem pengiriman yang teratur. Selain itu, saya memastikan bahwa kualitas daging tetap segar agar pelanggan puas."

Fenomena lonjakan permintaan daging menjelang Ramadhan mencerminkan tradisi masyarakat Indonesia dalam merayakan bulan penuh berkah. Para pedagang seperti Junaedi bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil mengatasi berbagai tantangan yang muncul.

Adanya Kebijakan Baru Membuat Batalnya Perpisahan Kelas 6 di SDN 4 KUNINGAN

 

Kuningan 25 Maret 2025- Semenjak pergantiannya gubernur baru di Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebagai gubernur baru Jawa Barat periode 2025–2030 setelah menggantikan gubernur sebelumnya yaitu Bey Machmudin, SDN 4 KUNINGAN mempunyai kebijakan baru, yaitu sekolah melarang ada kegiatan yang bersifat memungut uang dari orang tua siswa. Permendikbud dan peraturan perundang-undangan sudah melarang secara resmi tentang sekolah dan komite sekolah melakukan pungutan kepada peserta didik atau orang tua siswa. Seperti yang tertulis dalam undang-undang pasal 12 huruf b Permendikbud 75 tahun 2016 melarang komite sekolah melakukan pungutan. Dedi Mulyadi selaku gubernur baru Jawa Barat ikut memberikan kebijakan ke hampir seluruh sekolah di Jawa Barat, dan salah satu yang kena dari kebijakan itu SDN 4 KUNINGAN ini.

Faktor utama dari kebijakan dilarangnya komite sekolah untuk mengadakan kegiatan yang bersifat memungut biaya ke wali siswa adalah karena adanya kebijakan baru tentunya dari Permendikbud lalu turun ke gubernur Jawa Barat dan SDN 4 KUNINGAN salah satu sekolah yang terkena dampak kebijakan ini. Membicarakan dampak, dampak positif dari kebijakan ini tentunya mengurangi beban orang tua terutama orang tua yang kurang mampu, jadi tidak ada biaya tambahan untuk kegiatan sekolah. Dampak negatifnya sendiri adalah keterbatasannya kegiatan sekolah, dalam hasil wawancara, SDN 4 KUNINGAN membatalkan acara perpisahan yang diselenggarakan di luar sekolah. Di SDN 4 KUNINGAN sendiri, seluruh komite sekolah bertanggung jawab atas kebijakan baru ini, mulai dari kepala dinas, kepala sekolah, guru, staf sekolah, dan orang tua siswanya.

Penerapan kebijakan ini, di SDN 4 KUNINGAN sendiri diterapkan pada saat Dedi Mulyadi menjadi gubernur baru di Jawa Barat dan ditambah dengan adanya MOU seluruh kepala sekolah Kecamatan Kuningan, karena di tahun sebelumnya SDN 4 KUNINGAN masih mengadakan perpisahan baik itu di luar sekolah maupun di lingkungan sekolah. Adanya MOU seluruh kepala sekolah Kecamatan Kuningan mengenai dilarangnya kegiatan-kegiatan sekolah yang bersifat memungut biaya dari wali siswa, menjadi penyebab utama dari batalnya perpisahan kelas 6 SDN 4 KUNINGAN yang sudah direncanakan oleh wali kelas dan wali siswa yang dilaksanakan di Jagara ECO PARK. Kesepakatan baru dari komite sekolah adalah untuk menyederhanakan acara perpisahan kelas 6 ini.

Tanggapan dari wali kelas sendiri menanggapi dengan kekecewaan dan kesedihan, karena melihat dari anak-anak yang sudah bersemangat untuk acara perpisahan itu, dan menjadikan acara perpisahan kurang terasa asiknya dan perpisahannya. Dari wali muridnya pun sudah berusaha untuk menjadikan rencana ini berjalan dengan lancar.



Pandangan Masyarakat Terhadap Aksi Demonstrasi Mahasiswa

 Aksi Demonstrasi Mahasiswa

 Mahasiswa Tolak RUU TNI

 mahasiswa menolak dengan disahkannya RUU TNI


Ada beberapa pandangan masyarakat terhadap aksi demo mahasiswa yang terjadi hari Senin kemarin (24 Maret 2025) di berbagai kota, kabupaten, wilayah tertentu yang melakukan aksi demonya terkait perubahan RUU TNI yang akan disahkan oleh DPRD. Namun hal ini justru banyak mengandung kontrofesi baik yang Pro & Kontra. “Menurut saya pribadi, demo ini sah sah saja dilakukan oleh mahasiswa bahwa mereka pekka terhadap kejadian yang terjadi di negaranya sendiri, namu disisi lain apakah mereka paham terkait undang undang ini lebih dalamnya seperti apa, bahkan dari mereka mungkin ada sebagian yang hanya ikut ikutan saja ( FOMO ) tanpa tau lebih dalam tentang pengesahan undang undang ini, saya rasa mereka demo hanya membuat rasa cape diri mereka sendiritidak akan ada feedback balik kepada mereka yang mengutuskan kesepakatan ini hanyalah anggota DPRD nya, kita hanya bisa menyuarakan tanpa membuat perubahan pada bangsanya sendiri”

 

“Menurut pandangan masyarakat , mereka salut kalau mahasiswa tersebut tau apa yang ingin diaspirasikan dan disuarakan bukan hanya ikut-ikutan lalu merasa paling bermental nasionalis. Salut, kalau mahasiwa zaman sekarang mengerti maksud dan tujuan berdemo. Lebih salut lagi, kalau mahasiswa zaman sekarang berani berpikir kritis dalam mempertimbangkan masalah yang ada sebelum didemokan.” Nah, jika UU ini disahkan oleh DPRD kita bisa berbuat apa untuk bangsa kita sendiri? Kita hanya bisa menerima keputusan yang disahkan oleh Pemerintah dan biarkan itu menjadi tanggung jawab mereka atas apa yang mereka buat, kita sebagai masyarakat hanya bisa mendoakan akan kebaikan bangsa kita kedepannya dan meningkatkan semangat pada diri kita sendiri serta merubah segala bentuk perilaku, perkataan, maupun perbuatan.
Di Surabaya, Jawa Timur, ratusan mahasiswa berdemonstasi di depan Gedung Negara Grahadi. Selama aksi tersebut, sebanyak 25 orang pendemo ditahan serta dua jurnalis mengalami kekerasan dan intimidasi aparat keamanan, menurut KontraS Surabaya dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya. Fatkhul Khoir, salah satu personel tim advokasi massa aksi dari Kontra Surabaya, mengatakan masih berupaya menemui para pendemo yang ditahan Mapolrestabes Surabaya.
Dalam aksi tersebut, mereka membawa berbagai poster, membakar ban di tengah jalan, dan bergantian berorasi menolak UU TNI yang telah direvisi.
Gedung Grahadi sendiri telah dijaga ketat kepolisian lengkap dengan kawat berduri, seperti dilaporkan wartawan Roni Fauzan untuk BBC News Indonesia. Menjelang sore, peserta demonstrasi mulai merobek umbul-umbul dan melakukan pelemparan, Polisi membalasnya dengan semburan dari meriam air ke arah demonstran. Aparat keamanan sudah memberi peringatan kepada aksi massa untuk mundur, namun massa masih melakukan perlawanan dengan melempar botol air mineral ke arah petugas yang menjaga Gedung Grahadi.

 

"Kepolisian tidak memberikan akses kepada kami untuk melakukan pendampingan," ungkap Fatkhul Khoir. Sementara itu, dua jurnalis menjadi korban kekerasan dan intimidasi polisi. Kedua wartawan itu adalah Wildan Pratama, wartawan Suara Surabaya, serta Rama Indra, wartawan Beritajatim.com. "Tindakan polisi tersebut membuktikan bahwa polisi tidak paham tugas jurnalis. Apa yang dilakukan polisi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," kata dia, Senin (24/03). Mapolrestabes Surabaya belum memberikan respons atas rangkaian insiden tersebut. “Dari kronologi yang diterima AJI Surabaya, Wildan dipaksa oleh seorang polisi untuk menghapus foto puluhan pendemo yang ditangkap dan dikumpulkan di sebuah ruangan di Gedung Negara Grahadi.” Adapun Rama, jurnalis Beritajatim.com, mengaku dipukul dan dipaksa menghapus rekaman video saat dirinya merekam tindakan sejumlah polisi berseragam dan tidak berseragam memukul dua pendemo di Jalan Pemuda. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.28 WIB. Menanggapi kejadian tersebut, Ketua AJI Surabaya, Andre Yuris, mengecam keras intimidasi dan kekerasan yang dilakukan polisi terhadap jurnalis Suara Surabaya dan Beritajatim.com.

Aku Ingin Masyarakat Indonesia Serius Mengikis Pembajakan Buku

  Pendahuluan   Obral buku bajakan akan tetap laris terutama ketika harga buku asli dirasa begitu mencekik. Situasi ini kerap dialami ol...