Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Tulis-Tulis

Hasil Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Sabtu, 17 Mei 2025

 

BUDAYA CANCEL CULTURE : KEKUATAN NETIZEN ATAU ANCAMAN?

Oleh : Neneng Nurul Aini

Di zaman media sosial seperti sekarang, suara netizen sangat kuat. Banyak hal bisa viral hanya dalam hitungan menit. Salah satu fenomena yang sering muncul adalah  cancel culture atau budaya memboikot seseorang.

 Cancel culture adalah ketika seseorang biasanya publik figur, artis, atau influencer dikritik habis-habisan oleh netizen karena dianggap melakukan kesalahan. Misalnya, ucapan yang menyinggung, sikap yang tidak pantas, atau masa lalu yang bermasalah. Setelah itu, orang-orang di internet kompak membatalkan dukungan mereka. Mereka bisa berhenti mengikuti, tidak membeli produk yang diiklankan, atau bahkan menyerang orang tersebut di kolom komentar.

Tujuannya baik, tapi…..

Awalnya, cancel culture muncul untuk memperjuangkan keadilan. Misalnya, menuntut pertanggungjawaban dari tokoh terkenal yang rasis, seksis, atau menyebarkan kebencian. Dalam kasus seperti ini, netizen merasa mereka punya kekuatan untuk menegur orang yang salah.

Tapi lama-kelamaan, cancel culture jadi seperti  hukuman massa  tanpa proses yang adil. Banyak orang yang langsung dihakimi hanya karena potongan video, tweet lama, atau isu yang belum jelas kebenarannya. Akibatnya, tidak sedikit orang yang kariernya hancur, kehilangan pekerjaan, bahkan mengalami gangguan mental karena tekanan dari netizen.

Jadi kekuatan atau ancaman ?

Cancel culture bisa menjadi kekuatan yang baik jika digunakan dengan bijak. Netizen bisa ikut mengawasi tokoh publik agar tidak semena-mena. Tapi, jika dilakukan tanpa fakta dan hanya ikut-ikutan, cancel culture bisa jadi ancaman bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat. Orang jadi takut bicara, takut berbeda pendapat, dan takut salah sedikit karena khawatir  di-cancel.

Cancel culture di Indonesia tidak jarang digunakan sebagai alat politik untuk membungkam lawan atau mengontrol opini publik.” Sumber: The Conversation Indonesia.

 Ada kasus di mana individu dengan pandangan berbeda menjadi sasaran cancel culture, sementara pelaku lain dengan kesalahan serupa tetap aman karena memiliki perlindungan politik atau sosial. Politisasi cancel culture ini memperbesar risiko penyalah gunaan kekuatan netizen dan melemahkan prinsip keadilan dalam demokrasi.

Sebagai pengguna media sosial, kita perlu lebih hati-hati dan bijak. Jangan cepat percaya tanpa mencari fakta. Jangan asal sebar atau ikut mencaci. Kita bisa memberi kritik dengan cara yang baik dan tetap menghormati sesama manusia.

 

Selasa, 22 April 2025

Putri kuningan raih pemenang utama Puteri Remaja Nusantara jawa barat di TVRI

Riska Apriani Raih Gelar Puteri Remaja Nusantara 2025 Jawa Barat, Siap Berkompetisi di Tingkat Nasional

Kuningan, 28 Februari 2025 – Riska Apriani, gadis asal Desa Taraju, Kabupaten Kuningan, berhasil meraih prestasi gemilang dengan memenangkan gelar Puteri Remaja Nusantara 2025 tingkat Jawa Barat. Kompetisi ini merupakan ajang pencarian sosok pemuda yang memiliki passion dalam bidang pemberdayaan dan pendidikan, serta mampu menjadi role model bagi generasi muda.


Ajang ini diselenggarakan oleh Generasi Jabar Juara bekerja sama dengan TVRI Jawa Barat. Sebelum mencapai babak grand final, Riska mengikuti masa karantina pada 25-27 Februari 2025 di Kota Bandung, di mana para finalis mendapatkan pembekalan terkait kepemimpinan, advokasi, serta keterampilan berbicara di depan publik. Puncaknya, grand final berlangsung pada 27 Februari 2025 di TVRI Jawa Barat, yang menjadi saksi kemenangan Riska atas finalis lainnya.

Dalam ajang ini, Riska berhasil memukau dewan juri dengan kepiawaiannya dalam mempresentasikan advokasi terkait pendidikan dan pemberdayaan remaja. Komitmennya dalam mengembangkan potensi generasi muda serta keberaniannya menyuarakan isu-isu sosial menjadikannya perwakilan yang layak untuk melangkah ke tahap selanjutnya.

Sebagai juara tingkat provinsi, Riska kini berhak mewakili Jawa Barat dalam ajang nasional Putera Puteri Remaja Nusantara 2025, yang akan diselenggarakan pada 4 Juni 2025 di Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik di tingkat nasional dan menginspirasi lebih banyak remaja untuk berkontribusi dalam pendidikan dan pemberdayaan," ujar Riska penuh semangat.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan dan Jawa Barat. Dukungan penuh diharapkan dapat mengantarkan Riska menuju prestasi yang lebih tinggi di kancah nasional.

" Tidak ada orang yang sukses hanya karena kerja keras sendirian. Setiap keberhasilan berawal dari mimpi yang besar dan uluran tangan dari orang-orang di sekitar. ✨🤝

Kesuksesan bukan hanya tentang kerja keras individu, tetapi juga tentang dukungan, kolaborasi, dan kesempatan yang diberikan oleh orang lain. Di balik setiap pencapaian, ada mentor yang mengarahkan, teman yang menyemangati, dan keluarga yang selalu mendoakan.

Maka, jangan ragu untuk bermimpi besar, tapi juga jangan takut untuk meminta bantuan dan belajar dari orang-orang yang lebih dulu sukses. Karena dalam perjalanan menuju impian, kita tidak berjalan sendiri.
🚀💡












Senin, 21 April 2025


 Nama : Dinda Nur Azizah


Kelas : PBSI 02


Judul : HENING RAYA




Hening raya 


di raya ku tatap langit yang sama

tak terlihat raga, senyumnya menyapa

kala itu menetap di kursi tua


dulu engkau menjadi cahaya utama

yang menyatukan bersama

kini tempat itu lengang ditinggal cahaya

bisik hilang di kursi tua


jejak nadanya terngiang di telinga

mengisi sepi saat hati merana

kini gema suci membalut luka lama

hari suci terasa tak bernyawa


wahai cahaya yang mereda

di tengah suguhan, di tawa yang ada

cahayamu singgah di sudut suasana

Tak nyata tapi terasa ada



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Dhiya Sausan 

Kelas : PBSI 01

Judul : Bahagia


 Bahagia


Aku merasa bahagia hari ini ceria

Aku merasa gembira dan riangceria

Aku merasa hidupku sangat bahagia dan ceria

Aku merasa bersyukur atas nikmat ceria


Hari ini aku merasa sangat gembira hati

Aku merasa bahagia dan riang gembira hati

Aku merasa hidupku sangat bahagia dan gembira hati

Aku merasa bersyukur atas nikmat gembira hati


Aku merasa bahagia dengan hidup yang indah

Aku merasa gembira dan riang indah

Aku merasa hidupku sangat bahagia dan indah

Aku merasa bersyukur atas nikmat indah


Hari ini aku merasa sangat bahagia dan sejahtera

Aku merasa gembira dan riang sejahtera

Aku merasa hidupku sangat bahagia dan sejahtera

Aku merasa bersyukur atas nikmat sejahtera



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 


Nama : Khairun  

Kelas : PBSI 01

Judul : Hujan


Hujan  


‎Hujan turun senja kala

‎Menyentuh tanah irama 

‎Menyapu jejak-jejak fana

‎Mengendap jiwa hampa

‎Rintik jatuh bagai doa

‎Menembus langit tanpa nada

‎Membasuh jiwa

‎Damai di tiap asa

‎Mega kelabu bercerita

‎Tentang rindu tak bernyawa

‎Derasnya air mata

‎Ada cinta yang tetap setia

‎Peluklah malam buta

‎Dingin temani rasa nestapa

‎Semua tetesmu ada makna

‎Tentang bahagia dan kecewa 


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis



Nama : Aida Nurhayati  

Kelas : PBSI 01

Judul : Jangan Dulu Menyerah


Jangan Dulu Menyerah

 

Jangan dulu menyerah

Jika baru saja melangkah

Tapi pasti lelah

Namun yakinlah


Walaupun manusia lain berbicara

Merangkak bersama kata kata

Membuat hati ikut bicara

Bukan itu yang terjadi nyata


Tidak semua manusia sama

Tidak semua perkataan mengeluarkan air mata

Tidak sedikit yang berhati sempurna

Tetap saja kembali kepada manusia


Tak harus berakhir dibawah sana

Teruslah berusaha kesana

Walaupun pada akhirnya 

Menjadi nyata atau tertunda


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 


Nama: Vera Andini Kelas: PBSI 01 Judul: Kekasih Hati


Kekasih Hati dimalam yang sunyi berharap esok hari bisa berjalan dipagi hari bersamamu kekasih hati dibawah dinar mentari kita berlari kesana kemari menikmati indahnya hari dan berharap engkau takkan pergi tapi nyatanya itu hanya mimpi yang harus terus aku lewati sampai benar-benar engkau kembali tanpa ada jarak yang menghalangi kita adalah sepasang kekasih hati yang saling menyayangi walau jarak menghalangi engkau takkan pernah terganti oh... kekasih hati ______________________________ Laboratotium Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan www.tulis-tulis.my.id #tulis-tulis
 



Nama : Muhammad Asep Alfarajel

Kelas : PBSI 01

Judul : Cahaya Cinta


Cahaya Cinta


lihatlah bintang di angkasa bersinar terang tanpa cera cintaku padamu takkan sirna seindah pelangi selesai hujan reda ku panggil namamu dalam do'a hadirkan rasa hangat di dada kau adalah mimpi yang nyata mengisi hati dengan cahaya cahaya cinta selalu menyapa membawa harapan di ufuk sana kita berdua hingga selamanya bersama hingga dunia tiada layaknya musik dalam irama berjalan lembut tanpa jeda cintamu itu bagai mantra menenangkan tiap luka dalam jiwa dalam gelap kau pelita menerangi semua gulita aku temukan bahagia hidup ini terasa sempurna



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Irna Hendriyani

Kelas : PBSI 01

Judul : Sedikit Saja, Bu


Sedikit saja, bu Apa menurutmu egois itu hal yang tabu? Sehingga kau asing dengan itu Mereka sangatlah berisik Bu, Menyuarakan sakit yang sama setiap waktu Tumbuh dengan keras suara dan kelembutan yang palsu Berharap ingin di mengerti olehmu Bukankah mereka sangat lucu? Jadilah egois sedikit saja Bu, Bukankah badai kau terjang selalu? Teriaklah, berontak lah semau mu Manusia kuno dan lemah itu Selalu ingin menggenggam mu dengan kasih sayang yang hambar itu



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


Nama : Alik Maulana Malik  

Kelas : PBSI 01

Judul : Yang Jelata Tak Tahu


Yang Jelata Tak Tahu yang jelata, tak tahu apa-apa
yang pintar tega pilih tuk tutup mata
demi keluarga, pilih jadi durjana

tak memanusiakan manusia datang hanya panen lima tahun sekali
lalu berjanji manis yang akan diingkari
lari, ditagih sembunyi

sekarat nurani dasar kau urat malunya sudah lama mati
politik gentong babi
matikah hati nurani?

kasihan bumi pertiwi senang membuat biru
hobi lempar tangan sembunyi batu.
persetan akal sehatmu,

keluargamu, sekutumu kompor susah menyala
jelata dipelihara
bajingan, semoga kau sengsara
mati saja kau sana. kekal kau di neraka
semoga, kau kekal di neraka

______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 


Nama: Maydhotul Khasanah 

Kelas: PBSI 01

Judul: Sunyi  Yang Tersisa


Sunyi yang Tersisa Kau janji setia, lalu pergi juga,
Kubiarkan hati belajar terluka,
Tak ada tanya, tak ada suara
,
Hanya sepi yang sisa di dada. Kupikir kau beda, ternyata sama,
Datang sekejap, lalu sirna,
Meninggalkan luka tanpa makna,

Namun membekas di tiap kata. Dulu kutunggu dengan rasa,
Kini kututup semua asa,
Tak ingin lagi percaya,
Pada cinta yang dusta.
Biarlah waktu yang merawat jiwa,
Pelan-pelan kutata bahagia,
Meski kecewa masih ada,
Kutemukan damai dalam luka.



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

 

Sabtu, 19 April 2025

Lautan Bendera Palestina Membanjiri Depan Masjid Syiarul Islam, Warga Kuningan Serukan Keadilan!

 


Kuningan, 20 April 2025 – Aksi solidaritas untuk Palestina kembali bergelora di Kabupaten Kuningan. Ratusan warga membanjiri area depan Masjid Syiarul Islam pada Minggu (20/4/2025), mengibarkan bendera Palestina dan menyuarakan tuntutan agar dunia menghentikan kekerasan di Gaza. Aksi damai ini diwarnai dengan pembacaan puisi, orasi, serta doa bersama untuk perdamaian.

Sejak pukul 08.00 WIB, massa mulai memadati lokasi dengan membawa poster bertuliskan "Free Palestine""Stop Genocide in Gaza", dan "Indonesia Stands with Palestine". Suara takbir dan yel-yel pembelaan terhadap rakyat Palestina menggema sepanjang jalan.

Koordinator aksi, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas pembantaian yang terus terjadi di Gaza. "Kita tidak bisa diam melihat saudara-saudara kita di Palestina terus dibantai. Dunia harus bertindak, PBB harus tegas!" tegasnya di hadapan massa.

Aksi ini tidak hanya diikuti oleh aktivis, tetapi juga mahasiswa, ibu-ibu, hingga anak muda. Salah seorang peserta, Siti Nurhaliza , mengungkapkan rasa sedihnya melihat penderitaan warga Gaza. "Saya ikut aksi karena hati saya sakit melihat anak-anak Palestina mati kelaparan. Kita harus bersuara, sekecil apa pun upaya kita," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Rizki Maulana , seorang mahasiswa, menegaskan bahwa solidaritas harus diwujudkan dalam tindakan nyata. "Selain demo, kita juga terus galang donasi untuk pengungsi Gaza. Tidak cukup hanya doa, mereka butuh bantuan konkret," katanya.

Para pengunjuk rasa juga mendesak pemerintah Indonesia untuk lebih vokal di forum internasional. "Indonesia harus memimpin tekanan terhadap Israel. Jangan hanya bicara, tapi ambil sikap tegas seperti embargo atau putus hubungan diplomatik," seru Dedi Hermawan, salah satu orator aksi.

Aksi berlangsung tertib hingga pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan doa bersama serta penggalangan dana untuk korban konflik Palestina-Israel.

Kamis, 17 April 2025


 Nama : Wilda Aditya 


Kelas : PBSI 02


Judul : DIA YANG SELALU ADA 




Dia yang selalu ada


Dia, yang kuinginkan selalu ada

Ingin mencintanya setinggi angkasa,

Namun aku hanyalah jiwa di balik jendela,

Semakin mencinta, semakin kenal luka.


Ingin melangkah, namun hujan menghala,

Karena pelangi menanti di ufuk sana.

Akan kutunggu hadirnya,

Keindahan itu nyata—hanya menanti saatnya.


Matahari menyapa,

Sedikit mengusir gulana.

Dia, yang kuinginkan selalu ada,

Meski aku tak pahami gelisahnya.


Kisah ini masih mencari maknanya

terombang-ambing tanpa arah yang nyata

namun aku percaya pada takdir semesta

bahwa kita akan tiba di tujuan yang sama


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Suci Ayu Ramadani 


Kelas : PBSI 02


Judul : RUMAH KECIL 




Rumah Kecil


Di rumah kecil penuh cerita,

Ada tawa, ada air mata,

Di sanalah keluarga bertahta,

Tempat jiwa selalu merasa lega.


Kala lelah datang menyapa,

Ada senyum ibu yang reda,

Ayah setia jadi sandaran jiwa,

Saudara hadir bagai cahaya.


Bersama mereka ku temukan makna,

Bukan sekadar darah dan nama,

Tapi tempat pulang penuh asa,

Yang ku sebut rumah: keluarga.


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Selma Nur Baeti 


Kelas : PBSI 02


Judul : HARAPAN 




HARAPAN


Kini senja telah kembali 

Ku memandangi senja hingga ia pergi

Seperti semua kenangan yang telah pergi

Aku meratapinya sendiri


Kini malam telah datang menghampiri

ada banyak bintang yang indah berseri 

Cahaya rembulan menari didalam hati

Membawa secerah harapan ditengah gelap yang sepi


Kuratapi malam ini 

Bersama harapan indah yang kugengam didalam hati

Aku terbuai hingga bermimpi

Menggapai sinar bulan indah yang suci


Angin malam berbisik lembut dan berseri

Memelukku erat dalam pelukan malam yang pernuh arti

Bersama harapan yang telah terjadi


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Salsa Alda Rosada 


Kelas : PBSI 02


Judul : MIMPI YANG KAU PILIH 




Mimpi yang Kau Pilih


Aku memilih mimpi, bukan karena mudah,

Tapi karena hatiku tak ingin menyerah,

Meski jalan sering terasa lelah,

Langkahku tetap, tak akan goyah.


Aku berdiri saat badai datang,

Meski jiwa kadang ingin tumbang,

Namun harapan terus kupegang,

Karena kutahu, ini perjuangan panjang.


Tak semua paham luka yang kurasa,

Tapi Tuhan tahu setiap doaku yang nyata,

Kupinta kekuatan di tiap masa,

Agar tak gugur saat dunia menggoda.


Suatu hari aku akan tiba,

Di tempat yang dulu hanya ada dalam doa,

Bersama senyum, bukan air mata,

Karena mimpi ini… milikku selamanya.



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Rizqia Nur Amalia  


Kelas : PBSI 02


Judul : ISI HATIKU 




Isi Hatiku


Pagiku indah seperti dirimu

Buat aku nyaman melihatmu

Membuyarkan aku yang sedang termangu

Tenanglah hatiku, dengarkan ucapanku


Kulihat awan menyembunyikan matahariku

Ketika aku terjaga dan memandang sekelilingku

Hujan mulai turun disekitarku

Mana yang lebih kencang, suara hujan atau tangisanku


Pelangi dilangit mengantar kepergianmu

Gemuruh petir menerima teriakanku

Hujan yang deras adalah kekasihku

Semalam aku sendiri dengan kesendirianku


Biarkan aku terbaring dalam lelapku

Memberi udara yang menyejukkan hatiku

Tiada lain adalah serpihan dirimu

Kemarilah, kasihku


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 

Nama : Riska Setiawati  


Kelas : PBSI 02


Judul : CINTA DULU DAN KINI 




Cinta, dulu dan kini


Ternyata cinta begitu indah terasa

Setiap ucapmu buat hati berbunga

Tiap malam, tawa tak pernah sirna

Dunia serasa hanya milik kita


Namun segalanya tak selamanya sama

Waktu berjalan, masalah pun menyapa

Yang dulu hangat, kini terasa hampa

Rindu pun hadir, meski tanpa suara


Masih teringat pertama menatapmu

Tatapmu teduh, menyentuh kalbuku

Hatiku diam, terpikat tanpa ragu

Saat cinta bersinar dalam haru


Kini kau ada, tapi terasa berbeda

Bicara sering tak satu irama

Saling ingin menang, tanpa saling jaga

Ego membara, cinta pun terluka



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Renita Nurdamayanti 


Kelas : PBSI 02


Judul : RINDU 




Rindu


Malam hari telah tiba 

Dimana langit sudah gelap gulita

Disitu hati sedang dirundung lara

Karena merindukan emak dan bapa


Namun apalah hidup sehari hari dikota

Hati anak mana yang tak luka

Ketika jauh dari keluarga

Rasa rindu ini kian menggema di dada


Suasana sekitar ramai orang berkendara

Berbeda dengan suasana hati yang hampa

Tubuh dan jiwa ini masih membutuhkan mereka

Tanpa mereka diriku ini bukan apa apa


Pikiran dan hati terus dilema

Berkejaran dengan waktu agar tak sia sia

Diri ini sedang berusaha untuk gelar sarjana

Demi bisa melihat mereka bahagia



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Nur Oktavia Maharani 


Kelas : PBSI 02


Judul : CINTA TANPA PANJI 




CINTA TANPA PANJI



Kau ingin jalanku selalu terarah,

tanpa luka, tanpa resah.

Kau pastikan hatiku tak mudah lemah,

tak mencari kasih yang salah.


Kau jaga langkahku sejak mula,  

tak biarkan aku merasa hampa.  

Segala kau beri tanpa suara,  

cukup hadir, hatiku pun lega.


Tak pernah kau ingin aku terluka,  

tak rela tangisku jatuh sia-sia.  

Kau buat aku tahu caranya bahagia,  

tanpa harus cari dari siapa-siapa.


Kau peka walau aku tak bicara,  

selalu tahu saat ada yang tak biasa.  

Kau ajarkan arti cinta yang nyata,  

bukan janji, tapi rasa yang setia.


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Naswa Aulia Zaharani 


Kelas : PBSI 02

Judul : BAYANGANMU



Bayanganmu 



Jika kita bertemu saat kita lebih dewasa
mungkin akan lebih bahagia
Meskipun sudah kenal lama
 tapi bagiku kau orang asing yg sama

Sedikit salah langsung curiga 
Padahal cuman butuh percaya
bukan soal lamanya 
tapi seberapa banyak kenangannya


aku sendiri dan kau sudah berdua 
Senyumannya yang masih sama 
padahal ada rindu dibaliknya 
mungkin hanya kenangan lucu semata

Tanpa luka 
hanya cerita 
yang jauh hanya raga 
bukan rasa

bukan soal lamanya
tapi seberapa banyak kenangannya
senyumannya yang masih sama 
adakah rindu dibaliknya

mungkin hanya kenangan lucu semata
tanpa luka
hanya cerita


______________________________
Laboratotium Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan
www.tulis-tulis.my.id
#tulis-tulis

 


Nama : Nabil Faturrahman  


Kelas : PBSI 02


Judul : RUMAH




Rumah


Aku berlindung dari segala cuaca

Tembok kokoh tahan terhadap segala

Atap yang menutupi panas sang surya

Lantai datar yang merata


Cat lusuh hampir tak berwana

Tetap indah dari dahulu kala

Kayu jendela rapuh sangat terasa

Tetap terampil menahan kaca 


Di dalam rumah ada cinta yang tak pernah bisa cerita

aku harus berterimakasih ter lahir di keluarga cemara

Di dalam rumah hanya tempat tinggal keluarga 

Tetapi juga aku merasakan cinta di dalamnya 


Meskipun rumah kecil sejuta cerita

mempunyai kekuatan, ketabahan keluarga

Selalu memberi kenyamanan,kebahagia 

Aku berterima kasih atas menjaga kebahagia dalam keluarga



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Mila Rahmawati  


Kelas : PBSI 02


Judul : PERTEMUAN 




Pertemuan



Suasana yang membuatku mengenang

Berjalan bersenandung mesra

Kemesraan yang telah kudambakan

Disambut dengan hangatnya pelukan


Berharap pada bintang-bintang

Hari itu akan datang 

Membalas semua harapan

Dengan sebuah pertemuan


Kita dua jiwa bersebrangan

Tanpa tahu kemana arahnya

Kita berdoa pada sang pencipta

Merayu agar dipertemukan


Kini semakin dekat

Jarak terbentang semakin hilang

Keraguan tak menampakkan dirinya

Pertemuan kita berdua



______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Maman Suwarman  


Kelas : PBSI 02


Judul : Meski Dalam Hati




Dibanding dia



Aku ingat tutur katanya, 

Kelabu tatapan dia, 

Dengki berselimutkan tawa, 

Tawa tak membuatku gembira,


Apalagi yang kau tanya? 

Membandingkan ku dengan cakrawala? Membandingkan ku dengan sosok yang tak ku kenal juga? 

Ini kah hasrat kemenanganmu dengannya?


Aku pura-pura tuli dan buta, 

Aku berbisik dalam doa, 

Ku teguhkan sesak dengan cinta, 

Ku harap kedok kata baik itu cepat lupa,


Apalagi yang kau tanya? 

Membandingkan ku dengannya? 

Dibanding dia, aku membawa rasa, 

Aku hanya aku yang sederhana, 

Aku dengan caraku, apa adanya, 

Ku harap kau mengingatnya....


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis


 Nama : Lathifah Zalianty Amatullah 


Kelas : PBSI 02


Judul : HIJAULAH




Hijaulah



Hari ini cerah

Namun esok pasti berubah

Bukankah...

Ini seperti kehidupan yang mudah berubah


Perlahan bumi tak hijau lagi dan mungkin nanti punah

Bersamaan dengan hidup manusia yang mulai tak terkendali dan hilang arah

Kemana sebetulnya kita harus melangkah?

Kesana kah? Atau kemari kah?


Sebetulnya untuk memperbaiki kesalahan ini memanglah tidak mudah

Tetapi ketika serentak terbuka-kan kesadaran, tidak juga susah

Kita hanya perlu untuk tidak saling buang arah

Pada hal yang bisa kita lakukan bersama dengan berserah


Ohh gila, gundah, resah

Mereka merombak kehijauan, yang dikata tuk terciptanya bangunan indah

Tapi sebetulnya mereka terbutakan fenomena 'fomo' dan tidak sadar lah

Bahwa sejatinya keindahan pada manusia dan bumi ini, ada pada keindahan intinya yang tak usah di ubah-ubah


______________________________

Laboratotium Mahasiswa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Kuningan

www.tulis-tulis.my.id

#tulis-tulis

Aku Ingin Masyarakat Indonesia Serius Mengikis Pembajakan Buku

  Pendahuluan   Obral buku bajakan akan tetap laris terutama ketika harga buku asli dirasa begitu mencekik. Situasi ini kerap dialami ol...